Senin, 21 April 2014 16:29

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

5 Hal Ini Bisa Jauhkan Anda dari Penyakit

Penulis : Bramirus Mikail | Minggu, 10 Juni 2012 | 12:37 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Ilustrasi

KOMPAS.com - Kesehatan adalah aset paling berharga yang diinginkan hampir setiap manusia. Ada pepatah mengatakan, 'Sehat itu mahal harganya', sehingga tidak salah pula bila ada pemikiran yang mengatakan 'percuma punya banyak uang kalau penyakitan'.

Untuk tetap sehat dan bebas dari penyakit, para ilmuwan membeberkan sejumlah temuan yang dapat dijadikan tip dan panduan dalam hidup sehari-hari. Lima tip sederhana ini merupakan hasil kajian dari beberapa penelitian yang dipublikasikan pada edisi Juni 2012 dalam American Journal of Medicine :

1. Rutin makan ikan


Ikan adalah sumber terbaik protein dan lemak sehat. Kebiasaan makan ikan juga direkomendasi sebagai salah satu cara paling mudah dalam menurunkan risiko kanker khususnya kanker kolorektal, yang menjadi penyebab utama ketiga kematian akibat kanker di dunia Barat.

Menurut penelitian para ahli dari Xijing Hospital of Digestive Diseases, Xian, Cina, konsumsi ikan - khususnya ikan yang segar - dapat menurunkan risiko kolorektal secara signifikan. Setelah mengamati sebanyak 41 penelitian mengenai konsumsi ikan yang dipublikasikan antara tahun 1990 - 2011  dan melacak diagnosa kanker, para peneliti menyimpulkan bahwa ikan segar secara teratur mengurangi risiko kanker kolorektal sebesar 12 persen. Efek perlindungan konsumsi ikan lebih menonjol terhadap kanker rektal yakni hingga 21 persen, ketimbang kanker kolon yang hanya sekitar 4 persen. 

Para ahli menegaskan, suhu pada saat memasak ikan juga dapat memengaruhi risiko kanker kolorektal. Bahkan beberapa penelitian mengindikasikan, kebanyakan makan ikan yang dibakar, dipanggang atau digoreng dalam suhu tinggi justeru dapat meningkatkan risiko kanker.

2.  Stop rokok dengan hipnosis


Berhenti merokok adalah salah satu cara yang paling jitu dalam mengurangi risiko terkena kanker secara drastis. Ada banyak program yang dapat membantu para perokok untuk menghentikan kebiasaan buruk mereka. Sebuah penelitian di Montreal Kanada menemukan bahwa perokok yang menjalani hipnoterapi memiliki 4,55 kali lebih besar kemungkinan untuk berhenti merokok. Sementara mereka yang menjalani akupunktur adalah memiliki 3,53 kali kemungkinan untuk meninggalkan rokok.

3. Rawat kesehatan gigi

Menurut penelitian para ahli dari Taipei Veterans General Hospital, Taiwan, kebiasaan membersikan gigi secara teratur dapat membantu menurunkan risiko penyakit pembuluh darah dan jantung (kardiovaskular). Untuk penelitian ini, para ilmuwan memeriksa 10.887 relawan yang secara rutin menjaga kebersihan gigi, dibandingkan dengan 10.989 peserta yang tidak merawat kebersihan gigi mereka.

Setelah tujuh tahun periode pemantauan, para ilmuwan menemukan bahwa mereka yang secara rutin menyikat gigi secara terartur memiliki risiko lebih rendah mengalami serangan jantung, stroke dan kejadian kardiovaskular total. Diyakini para ahli bahwa kesehatan gigi yang buruk akan menambah risiko terjadinya inflamasi (peradangan) pada tubuh.

4. Turunkan bobot dengan panduan dokter


Para peneliti dari North Carolina menyarankan setiap orang untuk meminta bantuan dokter untuk menjalani program penurunan berat badan ketimbang harus pergi ke sebuah pusat pelangsingan swasta atau klinik perawatan primer, karena tingkat efektifitasnya tidak jauh berbeda alias sama. Dalam riset tersebut diketahui, setelah 12 minggu menjalani program pendampingan penurunan berat badan, rata-rata peserta mengalami penurunan bobot tubuh sebesar 11 persen.

5. Dosis rendah Aspirin

Sebuah studi dari Kanada menunjukkan bahwa selain mencegah penyakit jantung, aspirin dosis rendah juga dapat mengurangi kasus kematian non-vaskular termasuk kematian akibat penyakit kanker. Kajian terhadap 23 riset oleh Edward J. Mills, PhD, MSc, dari  University of Ottawa, Ontario, Kanada, mengindikasikan bukti bahwa aspirin dosis rendah dapat memberikan efek pencegahan terhadap kanker dan menunjukkan efek terapi yang signifikan setelah pemantauan selama maksimal empat tahun.

 


Sumber :
AFP
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui