Selasa, 29 Juli 2014 19:44

BLOG EXPERTS KOMPASIANA / ARTIKEL

Dr. Ari F. Syam Sp.Pd


Pengamat Kesehatan, Staf Pengajar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM) Twitter : @DokterAri

Rumah Ditinggal Mudik, Hati-hati Tercemar Leptospira

Penulis : Dr. Ari F. Syam Sp.Pd | Selasa, 28 Agustus 2012 | 07:41 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Shutterstock
Ilustrasi dapur

KOMPAS.com - Beberapa hari ini sebagian besar pemudik telah kembali ke rumah. Satu hal jika rumah ditinggal kosong lebih dari satu minggu, rumah kita akan berdebu. Apalagi kalau saat ditinggal mudik belum sempat dibersihkan, rumah akan tampak kotor atau ada sisa makanan yang tertinggal di dalam rumah. Sisa makanan ini akan mengundang tikus untuk datang.

Satu hal yang paling harus diperhatikan, apakah saat ditinggalkan walaupun tidak ada sisa makanan bisa saja ruang-ruang di rumah kita telah menjadi lalu lalang tikus. Tolong perhatikan kolong-kolong meja atau sekitar dapur apakah ada kotoran tikus atau bahkan kencing tikus. Kalau iya, kita sedang terpapar oleh penyakit yang bakterinya dibawa oleh tikus yaitu leptospirosis.

Penyakit leptospirosis ini merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh kuman Leptospira. Pasien yang menderita infeksi akan mengalami demam tinggi, sakit kepala, badan menjadi kuning, otot-otot terutama otot betis terasa sakit dan mata merah. Penyakit leptospirosis ini merupakan penyakit yang berbahaya karena komplikasi infeksi ini bisa mengenai multiorgan (ginjal, liver, otak dan paru) dan angka kematian cukup tinggi.

Sekilas, penyakit Leptopsirosis ini seperti hepatitis virus A tapi sebenarnya lebih berbahaya. Infeksi ini ditularkan melalui kotoran tikus terutama urin atau kencing tikus. Saat kita membersihkan rumah dan kebetulan juga membersihkan kotoran tikus dan kita ada luka di tangan atau kaki maka melalui luka tersebut kuman tersebut dapat masuk dan kita bisa tertular oleh infeksi tersebut.

Kuman leptospira juga bisa masuk melalui mukosa atau dinding dalam dari rongga mulut, mata atau hidung. Oleh karena itu, diusahakan jika membersihkan kolong-kolong yang diduga tempat sarang tikus, kita harus menggunakan tutup hidung atau masker. Begitu pula jika kita membuka botol minuman kaleng yang kebetulan berada di luar kulkas jangan menggunakan gigi, karena bisa saja botol atau kaleng minuman tersebut sudah tercemar oleh kotoran tikus tersebut.

Masa inkubasi, mulai masuknya kuman sampai timbul gejala memang membutuhkan waktu 5-20 hari, rata-rata 10 hari, artinya walaupun kontaminasi minggu lalu gejala muncul minggu ini atau minggu depan. Dokter pun harus mencurigai pasien menderita leptospirosis pada pasien dengan demam tinggi, sakit kepala, mual muntah dan mata kuning, apalagi dengan riwayat membersihkan sampah 1-2 minggu sebelumnya.

Sekarang, bagaimana agar terhindar dari infeksi, usahakan saat membersihkan sampah dan kotoran di kolong-kolong dapur, atau meja atau lemari, tetap menggunakan sendal dan sarung tangan, dan segera cuci tangan pakai sabun segera setelah membersihkan kotoran tersebut. Jika ada luka baik pada tangan atau kaki segera ditutup agar tidak terkontaminasi oleh kotoran yang telah terpapar oleh urin tikus tersebut. Walau  penyakit ini jarang tapi kalau tidak waspada tentu bisa saja kita menjadi korban infeksi leptospira ini. Apalagi daya tahan tubuh kita sedang menurun karena kelelahan sehabis pulang mudik.

Salam sehat!

 


Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui