Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Awas, Diet Yoyo Berisiko Sakit Jantung!

Kompas.com - 30/11/2016, 10:05 WIB
Ayunda Pininta

Penulis

Sumber The Sun

KOMPAS.com - Ada baiknya pikir ulang sebelum Anda memulai pola diet dengan harapan dapat menurunkan berat badan yang cukup banyak dalam waktu singkat.

Para ilmuwan mengatakan, kehilangan atau mendapatkan berat badan yang ekstrim bisa lebih berisiko, ketimbang tetap menjadi gemuk.

Perubahan berat badan yang ekstrim dinilai peneliti dapat meningkatkan kemungkinan serangan jantung yang disebabkan oleh aktivitas listrik abnormal pada jantung. Dan kondisi itu menimbulkan risiko penyakit jantung, di mana pembuluh darah tersumbat akibat deposito lemak.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Selama penelitian, peneliti melacak pola diet 158.000 wanita pasca-menopause selama lebih dari 11 tahun.

Mereka menemukan, orang-orang yang kehilangan berat badan dan mendapatkannya kembali secara drastis, tiga setengah kali lebih mungkin meninggal tiba-tiba akibat kelainan jantung. Kemungkinan untuk meninggal akibat penyumbatan arteri juga naik sebesar 66 persen.

Peneliti Dr Somwail Rasla mengatakan: "Orang-orang yang diet yoyo cenderung memiliki tekanan darah, detak jantung, kolesterol dan kadar gula darah yang lebh tinggi.”

Baca juga: Pemutihan Pajak Kendaraan di Jabar, Dedi Mulyadi: Ada yang Nunggak 18 Tahun, Mau Kapan Bayarnya?

Walau para peneliti dari Brown University di Rhode Island, Amerika Serikat, hanya melibatkan wanita dengan usia 50 tahun ke atas, tetapi para ilmuwan mengatakan pria maupun wanita yang lebih muda juga dapat terpengaruh dengan cara yang sama.

Temuan yang dipresentasikan pada konferensi penyakit jantung di New Orleans ini juga membahas kekhawatiran tentang pengaruh selebriti yang kerap mengalami perubahan berat badan drastis.

Walau begitu, kritikus Profesor Naveed Sattar, dari University of Glasgow, mengatakan, "Penelitian ini masih memiliki keterbatasan, sebab tidak mengubah fakta bahwa perubahan gaya hidup yang menyebabkan penurunan berat badan pada wanita gemuk tetap menguntungkan.”

“Hanya saja, wanita dengan berat badan normal yang cenderung sengaja menurunkan berat badan itulah yang jauh lebih mungkin menyebabkan penyakit."

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bertemu PM Hongaria, Netanyahu Bersumpah Hancurkan Poros Iran
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau