Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Perjalanan Panjang di Balik Obat HIV Pertama

Kompas.com - 21/03/2017, 11:50 WIB

KOMPAS.com - Saat ini, ketika seseorang didiagnosis terinfeksi HIV, ia akan diminta memilih beberapa dari 41 jenis obat yang bisa mengatasi penyakitnya.

Ada kemungkinan jika kombinasi obatnya tepat dan diberikan pada waktu yang tepat, maka obat itu bisa membuat level virus HIV tetap rendah sehingga pasien tidak akan pernah sakit.

Setelah infeksi HIV ditemukan, dibutuhkan waktu sekitar 7 tahun sebelum obat pertama untuk penyakit ini disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Pada awal-awal penyakit ini dikenali, jutaan orang sudah terinfeksi dan beberapa ribu orang meninggal dunia. Para ahli berkejaran dengan waktu untuk menemukan obat agar angka kematian bisa ditekan.

Senjata pertama untuk melawan HIV adalah AZT atau Azidothymidine yang mulanya dikembangkan di tahun 1960-an oleh ilmuwan Amerika untuk mengobati kanker.

Kandungan di dalam AZT dibuat agar bisa masuk ke dalam DNA sel kanker dan mengacaukan kemampuan sel kanker memperbanyak diri dan memproduksi lebih banyak sel tumor. Tetapi, dalam uji coba pada tikus obat ini tidak bekerja sesuai harapan.

Baca juga: Kisah Cucu, Istri yang Tertinggal Mobil di "Rest Area" Batang Saat Mudik Lebaran

Dua dekade kemudian, setelah AIDS berkembang menjadi penyakit menular, sebuah perusahaan farmasi Burroughs Wellcome, yang dikenal sebagai produsen obat antivirus, mulai aktif menguji agen anti-HIV yang potensial.

Mereka menguji beberapa kandidat obat dan berharap salah satunya cukup efektif melawan virus HIV. Salah satu yang dites adalah sesuatu yang disebut Compound S, versi terbaru dari AZT. Saat zat tersebut dicobakan pada sel hewan yang terinfeksi HIV, ternyata mampu menghambat aktivitas virus.

Menyadari ada hasil yang signifikan, perusahaan itu lalu mengirimkan sampel ke FDA dan National Cancer Institute.

Baca juga: 9 Buah yang Bantu Redakan Asam Urat secara Alami

Namun, memiliki zat yang bisa melawan HIV saja belum cukup.  Untuk memastikan obat ini bisa dipakai oleh jutaan orang yang terinfeksi HIV harus dipastikan keamanannya, tidak ada efek samping berbahaya, dan juga memang bisa menghambat HIV walau tidak mengobati. Pada saat itu, pengujian semacam itu dibutuhkan waktu 10 tahun sebelum bisa disetujui FDA.

Tentu saja orang yang sekarat karena AIDS tidak bisa menunggu selama itu. Di bawah tekanan publik, akhirnya FDA meninjau AZT lewat jalur cepat.

Para ahli kemudian mulai menginjeksi AZT pada pasien. Target awalnya untuk melihat apakah aman, dan walau menyebabkan beberapa efek samping (gangguan sistem imun, mual, pusing, dan sakit kepala), tetapi obat ini relatif aman.

Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

Mereka juga mulai menguji efektivitas obat. Dalam sebuah uji kontroversial, FDA meneliti pada 300 orang yang sudah terdiagnosis AIDS. Penelitian dilakukan secara acak dengan memberikan kapsul AZT atau pil gula pada pasien untuk dibandingkan hasilnya.

Setelah 16 minggu, Burroughs Wellcome mengumumkan mereka menghentikan percobaan karena ada bukti kuat komponen dalam obat bekerja. Dari satu kelompok hanya satu orang meninggal, dan kelompok lain 19 orang.

Obat AZT kemudian dianggap sebagai penemuan besar dan menjadi "cahaya di ujung lorong". FDA kemudian didesak untuk menyetujui obat AIDS ini pada 19 Maret 1987. Sebuah rekor karena prosesnya hanya 20 bulan.

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
PCO Sebut Prabowo Lakukan 3 Strategi Hadapi Tarif Impor AS, Apa Saja Itu?
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau