Salin Artikel

Jangan Asal Beri Obat, Pahami Sebab Meriang pada Anak dan Orang Dewasa

KOMPAS.com - Meriang atau merasa sedikit demam memang membuat aktivitas terganggu. Sebenarnya, meriang bisa menjadi pertanda baik bahwa sistem kekebalan tubuh bekerja dengan efektif.

Beberapa obat yang dijual di apotek memang mampu mengatasi meriang dan mengembalikan suhu tubuh agar normal. Namun, meriang adalah tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi.

Jadi, daripada kita mengonsumsi obat-obatan, sebaiknya kita melakukan cara-cara alami seperti mengompres tubuh untuk melawan demam.

Dengan cara ini, sistem kekebalan tubuh masih bisa melakukan tugasnya untuk melawan infeksi tersebut.

Kapan meriang bisa dianggap serius?

Sederhananya, demam adalah mekanisme pertahanan alami, biasanya dipicu oleh infeksi.

Peningkatan suhu tubuh memicu sejumlah proses internal yang dirancang untuk menghancurkan bakteri dan kuman yang akan membuat kita jatuh sakit.

Inilah sebabnya, kita tak perlu terlalu khawatir saat suhu tubuh sedikit naik. Suhu tubuh normal manusia adalah 37 derajat celius.

Peningkatan 0,5 hingga 1 derajat celcius tak perlu terlalu kita khawatirkan. Namun, untuk bayi di bawah usia 3 bulan, sedikit saja peningkatan suhu tubuh bisa menjadi masalah besar.

Meriang pada anak

Sama halnya dengan orang dewasa, demam pada anak adalah reaksi normal tubuh yang berfungsi melawan kuman.

Namun, saat suhu tubuh anak berada di atas 38 derajat celcius dan mengeluarkan keringat dingin, serta mengalami pipi yang kemerahan, orang tua harus segera membawa mereka ke dokter.

Banyak hal bisa menjadi penyebab meriang pada anak. Tapi demam pada anak bukanlah kondisi dari suatu penyakit, melainkan tanda adanya masalah kesehatan lain di tubuh anak.

Melansir SehatQ, berikut beberapa penyebab meriang pada anak:

1. Infeksi

Sebagian besar demam pada anak disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Ketika suhu tubuh naik, sistem imunitas di dalam tubuh anak sedang memerangi infeksi tersebut.

2. Pakaian yang terlalu tebal

Pada bayi, khususnya bayi baru lahir, faktor pakaian yang terlalu tebal dan lingkungan dengan suhu panas akan membuat suhu tubuhnya ikut naik.

Hal ini disebabkan tubuh bayi belum bisa menyesuaikan diri sebaik anak yang usianya lebih besar.

3. Imunisasi

Beberapa vaksin bisa menyebabkan demam pada bayi, namun demam karena imunisasi biasanya tidak terlalu tinggi dan hanya berlangsung beberapa hari.

4. Tumbuh gigi

Tumbuh gigi juga bisa menjadi penyebab meriang pada anak. Hanya saja, demam karena tumbuh gigi tidak akan tinggi, yakni hanya berkisar pada 37,8 derajat celcius.

Beberapa penyakit seperti cacar air, radang amandel, batuk, dan flu yang terjadi pada anak juga ditandai dengan munculnya demam.

https://health.kompas.com/read/2020/01/21/150500568/jangan-asal-beri-obat-pahami-sebab-meriang-pada-anak-dan-orang-dewasa

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.