Salin Artikel

Kehamilan Ektopik (Hamil di Luar Rahim): Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

KOMPAS.com - Bagi sebagian besar wanita, kehamilan adalah anugerah luar biasa. Namun, ada beberapa kondisi tertentu yang membuat kehamilan justru membahayakan nyawa, salah satunya adalah kehamilan ektopik.

Proses kehamilan dimulai dari pembuahan sel telur oleh sperma. Pada kehamilan normal, sel telur yang dibuahi menempel pada lapisan rahim.

Namun, kehamilan ektopik terjadi ketika telur yang dibuahi ditanamkan dan tumbuh di luar rongga uterus atau rahim.

Kehamilan ektopik tidak dapat berjalan secara normal. Telur yang dibuahi tidak dapat bertahan hidup, dan jaringan yang tumbuh dapat menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa jika tidak ditangani.

Lalu, apa penyebab kehamilan ektopik?

Melansir Healthline, ada berbagai faktor yang menyebabkan kehamilan ektopik. Dalam beberapa kasus, kondisi berikut ini juga bisa menjadi penyebab kehamilan ektopik:

  • peradangan dan jaringan parut tuba falopi dari kondisi medis sebelumnya, infeksi, atau operasi
  • faktor hormonal
  • kelainan genetik
  • cacat lahir
  • kondisi medis yang mempengaruhi bentuk dan kondisi tuba falopii serta organ reproduksi.

Gejala

Dirangkum dari Mayo Clinic, beberapa wanita mungkin tidak merasakan gejalanya.

Namun, tanda-tanda awal kehamilan ektopik bisa berupa tanda-tanda kehamilan biasanya, seperti siklus datang bulan yang terlambat, munculnya rasa nyeri payudara dan mual.

Jika Anda mengikuti tes kehamilan, hasilnya akan positif. Meski demikian, kehamilan ektopik tidak dapat berkembang seperti biasa.

Selain itu, wanita yang mengalami kehamilan ektopik biasanya merasakan hal-hal berikut:

  • rasa sakit yang tajam di perut, panggul, bahu, atau leher
  • sakit parah yang terjadi di satu sisi perut
  • bercak atau pendarahan vagina
  • pusing atau pingsan
  • tekanan di dubur

Pengobatan

Merangkum dari SehatQ, janin pada kehamilan ektopik tidak dapat diselamatkan karena telur yang telah dibuahi tidak dapat berkembang dengan normal di luar rahim.

Penanganan kehamilan ektopik biasanya dilakukan dengan mengangkat janin tersebut sebelum tumbuh semakin besar di tempat yang tidak seharusnya.

Penanganan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang mengancam nyawa. Berikut penanganan untuk kehamilan ektopik:

  • Pemantauan Kondisi pasien untuk melihat apakah perawatan dibutuhkan.
  • Obat-obatan. Obat yang disebut dengan methotrexate digunakan untuk menghentikan kehamilan tersebut berkembang. Pengobatan ini digunakan pada kehamilan ektopik dini tanpa perdarahan yang tidak stabil.
  • Operasi digunakan untuk mengangkat janin biasanya disertai dengan tuba falopi yang terdampak. Operasi yang dilakukan adalah operasi laparoskopi.

Perawatan dan penanganan akan disesuaikan dengan banyak faktor, seperti tanda dan gejala yang dialami, ukuran dari fetus, serta kadar hormon HCG di dalam darah.

Pencegahan

Ada beberapa cara untuk mencegah kehamilan ektopik. Berikut cara tersebut:

  1. Tidak berhubungan seksual dengan sembarang orang.
  2. Selalu gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual untuk mencegah infeksi yang dan mengurangi risiko peradangan pada panggul.
  3. Jangan merokok, terutama bagi wanita. Apabila memiliki kebiasaan merokok, berhentilah sebelum hamil.

https://health.kompas.com/read/2020/02/13/133300568/kehamilan-ektopik-hamil-di-luar-rahim---penyebab-gejala-cara-mengobati

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.