Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Perawatan Rumah untuk Orang dalam Pemantauan Virus Corona

KOMPAS.com- Virus corona Baru atau Covid-19 telah menyita perhatian dunia. Virus berbahaya tersebut kini telah masuk ke Indonesia.

Kasus pertama infeksi virus oronac di Indonesia menimpa dua warga depok yang kini dirawat di RSPI Sulianto Saroso.

Sebelum diketahui terinfeksi, dua pasien positif tersebut berobat di RS Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat.

Sebanyak 73 petugas medis petugas medis RS Mitra Keluarga yang sempat berinteraksi langsung dengan dua pasien itu juga masuk dalam pemantauan Pemerintah Kota Depok untuk mencegah penyebaran virus corona lebih lanjut.

Selain perawatan dan pengawasan intensif untuk pasien positif Corona, Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disease (Covid-19) yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan juga menyebutkan kategori lain untuk pasien virus Corona.

Kategori tersebut adalah pasien dalam pengawasan atau suspek dan orang dalam pemantuan.

Pasien suspek virus corona

Pada pasien suspek, kegiatan surveilans atau pemantauan kegiatan surveilans dilakukan terhadap keluarga maupun petugas kesehatan yang melakukan melakukan kontak fisik, berada dalam ruangan atau berkunjung (kontak erat).

Kegiatan surveilans bisa dilakukan di rumah, fasilitas umum atau alat angkut dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi setempat selama 14 hari sejak kontak terakhir dengan pasien probabel atau telah terkonfirmasi positif Corona.

Orang dalam pemantauan

Kegiatan surveilans terhadap orang dalam pemantauan dilakukan berkala untuk mengevaluasi adanya pneumoni/perburukan gejala selama 14 hari. 

Apabila orang dalam pemantauan mengalami pneumonia/gejala berlanjut dalam 14 hari terakhir maka segera rujuk ke RS rujukan untuk tatalaksana lebih lanjut.

Perawatan rumah 

Melihat tingkat bahya wabah virus Corona baru yang sangat tinggi, WHO merekomendasikan agar pasien yang diguga terinfeksi virus Corona segera dirawat intensif di rumah sakit. 

Namun, ada beberapa alasan yang membuat mereka yang diduga terinfeksi corona jenis baru ini tidak bisa dirawat di rumah sakit, salah satunya terbatasnya kapasitas dan sumber daya medis.

Oleh karena itu, kegiatan surveilans pada pasien suspek corona dan orang dalam pemantauan pun bisa dilakukan di rumah.

Namun, pasien yang dirawat di rumah harus mendapatkan bantuan perawat kesehatan atau Health Care.

Selain itu, pasien dan orang-orang yang tinggal bersamanya harus memahami tentang kebersihan pribadi, langkah dasar pencegahan infeksi dan tindakan pengendalian virus, serta cara merawat pasien dengan aman.

Semua itu diperlukan untuk mencegah penyebaran virus ke anggota keluarga yang lain atau orang-orang yang tinggal bersama pasien.

Merangkum data WHO dan panduan kesehatan pemerintah Australia, ada beberapa tips yang harus kita terapkan dalam merawat pasien yang diduga terkena infeksi corona jenis baru ini. Berikut tips tersebut:

1. Tempatkan pasien di ruangan dengan ventilasi udara yang baik dan dilengkapi kamar mandi khusus.

2. Bagi caregiver, gunakan masker N95 atau masker bedah secara rutin demi mencegah penularan virus melalui udara. Selain itu, gunakan pula pakaian yang menutupi seluruh tubuh, sarung tangan dan pelindung mata saat memasuki ruang perawatan pasien.

3. Jaga kebersihan, termasuk memperhatikan kebersihan tangan.

4. Batasi ruang gerak pasien. Jika pasien terpaksa harus berpindah ruangan, minta pasien untuk memakai masker.

Perawatan rumah tersebut hanya berlaku pada pasien dengan gejala ringan tanpa menunjukan tanda-tanda kronis seperti gangguan paru-paru dan jantung, gagal ginjal atau penurunan sistem imun yang menyebabkan komplikasi.

Keputusan untuk merawat pasien di rumah memang membutuhkan penilaian klinis yang cermat dan harus memperhatikan keamanan lingkungan rumah pasien.

 

https://health.kompas.com/read/2020/03/04/060000768/perawatan-rumah-untuk-orang-dalam-pemantauan-virus-corona

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke