Salin Artikel

13 Manfaat Konsumsi Jahe, Bukan Hanya untuk Tingkatkan Imunitas

KOMPAS.com – Siapa yang tak kenal jahe? Tanaman herbal yang satu ini telah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai bumbu masak dan bahan obat alami.

Rasanya yang pedas dan disertai sensasi hangat, membuat jahe kerap juga dijadikan sebagai bahan campuran minuman yang cocok dikonsumsi saat cuaca sedang dingin.

Jenis-jenis jahe

Secara umum, jahe dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan ukuran, bentuk, dan warna rimpangnya.

Berikut penjelasannya:

1. Jahe putih atau jahe kuning besar

Jahe jenis ini biasa disebut juga sebagai jahe gajah karena memiliki ukuran yang besar.

Selama ini, jahe kuning besar kerap digunakakan sebagai bahan campuran minuman atau jahe olahan.

2. Jahe putih atau jahe kuning kecil

Jahe jenis ini biasa disebut dengan jahe sunti atau jahe emprit.

Dibanding jahe gajah, jahe emprit memiliki ukuran yang lebih kecil, namun rasanya lebih pedas.

3. Jahe merah

Jahe jenis ini mudah dikenali karena memiliki rimpang dengan ukuran paling kecil dan berwarna merah.

Sama seperti jahe emprit, jahe merah juga memiliki rasa lebih pedas ketimbang jahe gajah sehingga cocok digunakan untuk ramuan obat-obatan.

Melansir buku The Miracle of Herbs (2013) karya dr. Prapti Utami dan Desty Ervira Puspaningtyas, S.Gz, sifat khas yang dimiliki jahe timbul karena adanya kandungan minyak asiri dan oleoresin.

Minyak asiri berperan untuk menimbulkan aroma pedas pada jahe. Sedangkan oleoresin pada jahe berperan dalam menimbulkan rasa pedas.

Kandungan minyak asiri pada jahe bervariasai satu sama lain, namun sekitar 1-3 persen. Sedangkan kandungan oleoresin berkisar 4-7,5 persen.

Senyawa lain yang turut menyebabkan rasa pedas pada jahe, yaitu golongan fenilalkil keton atau yang biasa disebut gingerol.

Manfaat kesehatan jahe

Jahe diketahui bukan hanya mengandung senyawa aktif berupa minyak asiri.

Ada banyak senyawa aktif lain yang terkandung di dalam makanan herbal ini, di antaranya yakni:

  • Zingiberena (zingerona)
  • Zingiberol
  • Kamfena
  • Lemonin
  • Bisabolena
  • Kurkumen
  • Gingerol
  • Filandrena
  • Resin pahit
  • Flavonoid
  • Fenolik utama
  • Asam organik
  • Alkaloid
  • Terpenoid

Berbagai kandungan senyawa tersebut akhirnya membuat jahe memiliki banyak khasiat kesehatan bagi tubuh.

Berikut ini manfaatnya:

  1. Peningkat daya tahan tubuh atau imunitas
  2. Pereda rasa nyeri
  3. Penurun panas
  4. Meluruhkan kentut (karminatif)
  5. Peningkat selera makan (stomatik)
  6. Stimulan
  7. Perangsang keringat (diaforetik)
  8. Membantu melancarkan ASI
  9. Mengobati mulas
  10. Mengobati gatal (obat luar)
  11. Mengobati luka (obat luar)
  12. Sakit kepala (obat luar)
  13. Salesma (obat luar)

Bukan hanya itu, jahe diketahui memiliki aktivitas:

  • Antialkohol
  • Antiallergi
  • Antimikroba
  • Antitusif
  • Antikanker
  • Antidepresan
  • Antiemetik
  • Antiinflamasi
  • Antinarkotik
  • Antipenggumpalan darah
  • Antioksidan

Jahe kerap kali dipakai sebagai obat nyeri karena kandungan gingerol dan rasa hangat yang ditimbulkannya dapat membuat pembuluh darah terbuka dan memperlancar sirkulasi atau jalannya peredaran darah.

Dengan begitu, suplai makanan dan oksigen menjadi lebih baik sehingga nyeri akan berkurang.

Melansir Buku Temu-temuan dan Empon-empon (2009) oleh Ir. Fauziah Muhlisah, jahe juga disebut memiliki banyak manfaat kesehatan.

Beberapa di antaranya yakni:

  1. Mengobati eksim (obat luar)
  2. Mengurangi gangguan rematik (obat luar)
  3. Menyembuhakn saraf muka yang sakit (obat luar)
  4. Mengobati lecet, luka karena tikaman benda tajam, terkena duri, jatuh atau karena gigitan ular (obat luar)
  5. Membuang angin dan menghangatkan tubuh
  6. Menambah nafsu makan
  7. Memperkuat lambung
  8. Menyembuhkan sesak dada
  9. Memperbaiki pencernaan

https://health.kompas.com/read/2020/03/08/120000068/13-manfaat-konsumsi-jahe-bukan-hanya-untuk-tingkatkan-imunitas

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
Divertikulum Meckel

Divertikulum Meckel

Penyakit
8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.