Salin Artikel

Ciri-ciri Keputihan yang Berbahaya

KOMPAS.com - Keputihan seringkali menjadi halyang menjadi kegelisahan para perempuan. Pasalnya, kondisi ini menyebabkan rasa lembap dan tak nyaman di sekitar organ intim.

Keputihan adalah kondisi ketika dari vagina keluar cairan atau lendir. Sebenarnya, kondisi ini merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan organ kewanitaan.

Ya, cairan yang keluar tersebut diproduksi oleh kelenjar vagina dan leher rahim untuk membawa keluar sel mati dan bakteri.

Meski pada dasarnya kondisi ini merupakan hal yang alami dan wajar, tapi ada beberapa kasus keputihan merupakan hal yang abnormal bahkan berbahaya.

Sangat penting untuk mengenali tanda keputihan yang abnormal karena bisa menjadi tanda infeksi atau kondisi kesehatan yang lebih serius.

Lalu, apa saja ciri keputihan yang berbahaya?

Melansir dari Verywell Health, beberapa tanda keputihan yang mengindikasikan infeksi di antaranya:

1. Perubahan warna, konsistensi, atau jumlah

Warna keputihan normal biasanya berwarna bening atau putih. Jika mengalami perubahan warna yang tiba-tiba, Anda perlu waspada.

Melansir dari Kids Health, perubahan warna yang perlu diwspadai jika menjadi kehijauan, keabu-abuan, atau warna nanah.

Konsistensi pada keputihan normal biasanya lengket, agak tipis, dan elastis. Tapi, jika Anda mendadak mendapati keputihan lebih tebal, berbusa, atau mirip keju cottage, perlu diwaspadai.

Begitu pula jika Anda tiba-tiba mengalami keputihan dalam jumlah banyak.

2. Adanya rasa gatal, tidak nyaman, atau ruam

Rasa gatal, kemerahan, ruam, bengkak, dan sensasi terbakar ketika berhubungan seksual atau buang air kecil juga bisa menjadi ciri keputihan yang berbahaya.

Rasa tak nyaman tersebut mengindikasikan adanya infeksi pada organ intim.

3. Perubahan bau

Jika Anda mendapati cairan atau lendir yang keluar berbau busuk atau amis, segera periksakan diri.

Pasalnya, bau tersebut mengindikasikan ada infeksi yang terjadi pada organ kewanitaan Anda. Apalagi, jika hal ini terjadi disertai dengan perubahan warna cairan.

4. Pendarahan

Pendarahan juga bisa tercampur pada keputihan. Anda perlu waspada jika melihat adanya pendarahan dalam keputihan tapi di luar siklus menstruasi Anda.

Penyebab keputihan abnormal

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan keputihan abnormal.

Mengutip WebMD, berikut beberapa hal yang mengganggu keseimbangan dalam vagina dan menyebabkan keputihan abnormal.

  • Penggunaan antibiotik atau steroid
  • Infeksi bakteri atau dikenal Bacterial Vaginosis (BV)
  • Hubungan seksual tanpa kondom
  • Kanker serviks
  • Konsumsi pil KB
  • Penyakit menular seksual seperti klamidia atau gonorea
  • Penggunaan sabun atau lotion di sekitar vagina
  • Infeksi panggul setelah operasi
  • Penyakit radang panggul
  • Iritasi dalam atau sekitar vagina
  • Penipisan dan pengeringan vagina selama menopause.

https://health.kompas.com/read/2020/07/12/210000968/ciri-ciri-keputihan-yang-berbahaya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.