Salin Artikel

Jangan Sembarangan, Inilah 5 Jenis Obat yang Tidak Boleh Digerus

KOMPAS.com - Praktik menggerus obat memang sudah diterima dalam kalangan medis dan menjadi hal biasa.

Ada beberapa penyebab praktik ini dilakukan, antara lain mendapatkan dosis yang sesuai, kemudahan pasien menelan obat, dan lain sebagainya.

Namun, ternyata tidak semua obat boleh digerus.

Berdasarkan artikel jurnal berjudul “Oral Dosage Forms that Should Not Be Crushed or Chewed” menggerus obat dapat secara substansial mengubah farmakokinetiknya, atau efek obat terhadap tubuh.

Misalnya, kasus pemberian obat terhadap pasien dengan selang nasogastrik.

Karena ketidakmampuan untuk menelan makanan, pasien terpaksa diberi obat yang digerus melalui selang nasogastrik.

Praktik ini memiliki risiko mengubah farmakokinetik obat.

Menggerus obat secara sembarangan juga dapat menyebabkan rasa yang buruk.

Beberapa obat secara inheren bersifat korosif pada mukosa mulut dan/atau saluran pencernaan bagian atas.

Obat jenis ini tidak disarankan untuk digerus karena rasanya sangat pahit dan mampu menodai mukosa mulut dan gigi.

Terakhir, beberapa obat berpotensi karsinogenik dan memerlukan penanganan terbatas oleh tenaga medis.

Menghancurkan obat yang memiliki potensi karsinogenik atau teratogenik, misalnya antineoplastik, tidak dapat mengubah farmakokinetiknya, tetapi dapat menyebabkan aerosolisasi partikel.

Apabila terhirup, partikel obat yang melayang di udara ini dapat membahayakan.

Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi obat bentuk suspensi cair apabila pasien tidak dapat menelan makanan.

Merangkum dari artikel berjudul “Medications that should not be crushed”, berikut ini beberapa jenis obat yang tidak diperbolehkan untuk digerus.

1. Tablet pelepasan termodifikasi

Tablet pelepasan termodifikasi atau modified release tablets adalah jenis obat yang telah dimodifikasi sehingga memiliki kecepatan pelepasan terkontrol.

Tujuan dari tablet ini adalah mengatur pelepasan tablet dalam tubuh.

Ada dua jenis obat ini, yakni sustained release dan delayed release.

Tablet sustained release merupakan tablet yang pelepasannya lebih lambat daripada tablet pada umumnya.

Sementara itu, delayed release tablet merupakan tablet yang pelepasannya pada jeda waktu tertentu.

Apabila tablet jenis ini digerus, formula di dalamnya akan rusak dan mengubah farmakokinetiknya.

Contoh tablet pelepasan termodifikasi adalah metformin untuk pasien diabetes.

Berbeda dengan metformin biasa, metformin dengan pelepasan termodifikasi hanya perlu dikonsumsi sekali atau dua kali dalam sehari karena pelepasan yang lamban.

2. Tablet salut enterik

Tablet dengan salut enterik dirancang untuk melindungi khasiat dalam obat agar tidak rusak ketika berinteraksi dengan asam lambung.

Selain itu, tablet ini dibuat untuk melindungi saluran cerna dari iritasi yang bisa ditimbulkan saat obat bersentuhan dengan dinding saluran cerna.

Apabila tablet jenis ini digerus, akan berakibat merusak salut enterik tersebut.

Salah satu obat yang masuk dalam kategori ini adalah tablet yang menekan produksi asam lambung, seperti pantoprazole.

3. Tablet salut gula

Obat salut gula atau sugar-coated merupakan tablet yang dirancang dengan polimer atau lapisan gula untuk melindungi mukosa dari iritasi.

Tablet jenis ini tidak boleh digerus karena akan merusak salut gula.

Misalnya, obat nystatin yang digunakan untuk pasien infeksi jamur, khususnya infeksi jamur Candida.

4. Tablet sublingual

Tablet ini dirancang agar obat cepat larut untuk penyerapan yang lebih baik, sehingga mencapai aliran darah dalam waktu yang lebih singkat.

Apabila digerus, tablet ini akan rusak dan malah diserap tubuh lebih lambat.

Biasanya, ini digunakan untuk obat golongan nitrat, seperti isosorbid dinitrat atau nitrogliserin.

5. Obat kemoterapi

Formulasi lain yang dapat menimbulkan masalah jika dihancurkan adalah obat dengan potensi karsinogenik.

Hal ini bukan disebabkan oleh karakteristik farmakokinetiknya yang dimodifikasi, tetapi karena risiko yang ditimbulkannya.

Beberapa bahan aktif, seperti warfarin atau levothyroxine, jika digerus akan berpotensi menyebabkan aerosolisasi partikel yang dapat membahayakan orang di sekitar pasien.

https://health.kompas.com/read/2021/05/22/060000668/jangan-sembarangan-inilah-5-jenis-obat-yang-tidak-boleh-digerus

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.