Salin Artikel

Vagina Kering: Penyebab, Cara Mengatasi dan Mencegahnya

KOMPAS.com - Vagina memiliki lapisan tipis yang mengandung cairan untuk memberikan kelembaban.

Kelembaban ini menyediakan lingkungan basa agar sperma dapat bertahan hidup dan melakukan perjalanan untuk reproduksi seksual.

Cairan tersevut juga melumasi dinding vagina, mengurangi gesekan selama hubungan seksual.

Seiring bertambahnya usia wanita, perubahan produksi hormon dapat menyebabkan dinding vagina menipis.

Akibatnya, kelembaban vagina pun berkurang. Hal ini dapat menyebabkan kekeringan pada vagina.

Efek vagina kering

Vagina yang kering dapat menyebabkan ketidaknyamanan di daerah vagina dan panggul. Hal ini juga bisa memicu berbagai kondisi berikut:

  • sensasi terbakar
  • kehilangan minat pada seks
  • nyeri saat berhubungan seksual
  • perdarahan ringan setelah berhubungan
  • rasa sakit
  • infeksi saluran kemih (ISK) yang tidak hilang atau terulang kembali
  • vagina gatal atau menyengat.

Jika tidak diobati, vagina yang kering dapat menyebabkan luka atau keretakan pada jaringan vagina.

Karena itu, para wanita harus segera mencari bantuan medis ketika mengalami hal ini.

Cara mengatasi

Vagina yang kering bisa diatasi dengan penggunaan pelumas atau krim pelembab.

Pelumas dan krim pelembab ini juga dapat mengubah pH vagina, mengurangi kemungkinan terkena infeksi saluran kemih.

Wanita harus memilih pelumas yang khusus ditujukan untuk penggunaan vagina. Pelumas harus berbahan dasar air dan tidak boleh mengandung parfum, ekstrak herbal, atau pewarna buatan.

Sebab, pelumas yang mengadung bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan iritasi.

Dalam beberapa kasus, penyedia layanan kesehatan akan meresepkan terapi estrogen dalam bentuk pil, krim, atau cincin, untuk meningkatkan produksi estrogen.

Krim dan cincin melepaskan estrogen langsung ke jaringan. Pil lebih mungkin digunakan ketika Anda memiliki gejala menopause yang tidak nyaman.

Mencegah

Untuk mencegah vagina kering, hindari penggunaan produk yang mengiritasi, seperti cairan khusus pembersih vagina.

Hindari pula kondom yang mengandung nonoyxnol-9, atau N-9.

Sebab, kondom tersebut memiliki bahan kimia yang dapat menyebabkan kekeringan pada vagina.

https://health.kompas.com/read/2021/06/03/223400668/vagina-kering--penyebab-cara-mengatasi-dan-mencegahnya

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.