Salin Artikel

6 Gejala Penyakit Peyronie, Pria Perlu Tahu

KOMPAS.com - Penyakit Peyronie adalah kondisi non-kanker yang dihasilkan dari pembentukan plak fibrosa atau jaringan parut di sepanjang batang penis.

Melansir Mayo Clinic, penyebab penyakit Peyronie tidak sepenuhnya dipahami, tetapi sejumlah faktor tampaknya terlibat.

Diperkirakan penyakit Peyronie pada umumnya merupakan hasil dari cedera berulang pada penis.

Misalnya, penis mungkin rusak saat berhubungan seks, aktivitas atletik, atau akibat kecelakaan. Namun, paling sering, tidak ada trauma spesifik pada penis yang diingat.

Selama proses penyembuhan setelah cedera pada penis, jaringan parut dapat terbentuk secara tidak teratur. 

Perawatan dini pernyakit Peyronie segera setelah mengembangkan kondisi dapat mencegahnya menjadi lebih buruk atau bahkan memperbaiki gejala.

Bahkan jika pria sudah memiliki kondisi tersebut untuk beberapa waktu, pengobatan bisa membantu memperbaiki gejala yang mengganggu.

Oleh sebab itu, gejala penyakit peyronie penting untuk dikenali.

Gejala penyakit peyronie yang sering muncul

Dilansir dari Very Well Health, sebagian besar gejala utama penyakit Peyronie adalah fisik.

Namun, perubahan ereksi pria tetap saja dapat menyebabkan disfungsi seksual atau masalah psikologis.

Berikut adalah gejala penyakit peyronie yang umum terjadi:

1. Jaringan parut atau plak di bawah lapisan kulit penis

Jaringan parut yang terkait dengan penyakit Peyronie (disebut plak tetapi berbeda dari plak yang dapat menumpuk di pembuluh darah) dapat dirasakan di bawah kulit penis sebagai benjolan atau jaringan keras.

2. Penis bengkok

Sejauh ini, penis bengkok atau melengkung adalah gejala penyakit Peyronie yang paling umum.

Lekukan penis disebabkan oleh pertumbuhan plak atau bekas luka di jaringan fibrosa yang mengelilingi selubuhg karet jaringan di bawah kulit penis (tunica albuginea).

Area yang mengeras ini menjadi kurang fleksibel, dan penis akan menekuk ke arah area tersebut saat ereksi.

Tingkat kelengkungan penis tergantung pada jumlah, posisi, dan ukuran plak.

3. Nyeri saat ereksi

Nyeri selama ereksi dan hubungan seksual tidak jarang terjadi pada tahap awal penyakit Peyronie.

Rasa sakit ini biasanya berkurang seiring waktu, karena jaringan parut di penis menjadi stabil.

Rasa sakit pada umumnya akan hilang selama setahun untuk banyak orang, dan kelengkungan juga akan stabil setelah periode waktu itu.

4. Kesulitan dengan ereksi dan seks

Sering kali penyakit Peyronie menyebabkan kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi.

Disfungsi ereksi mungkin akibat rasa sakit atau disebabkan oleh kelainan bentuk penis.

Masalah dengan seks dapat terjadi jika penis menjadi bengkok sehingga membuat penetrasi sulit dicapai atau menyakitkan, baik untuk orang dengan Peyronie atau pasangan seksualnya.

Masalah dengan sek mungkin juga merupakan hasil dari perubahan citra diri dan tanda-tanda stres lainnya.

5. Penis memendek

Jaringan parut yang berkembang di kedua sisi penis dapat menyebabkan penis menjadi lebih pendek.

Penis memendek lebih mungkin terjadi jika ada jaringan parut yang luas.

6. Deformitas penis lainnya

Pada beberapa pria dengan penyakit Peyronie, penis yang ereksi mungkin juga akan tampak menyempit atau bahkan penampilannya menjadi seperti jam pasir (sempit di tengah pada batang penis).

Jika Anda menemui tanda atau gejala penyakit Peyronie, sebaiknya seseralah temui dokter.

Perawatan dini memberi Anda kesempatan terbaik untuk memperbaiki kondisi atau mencegahnya menjadi lebih buruk.

https://health.kompas.com/read/2021/07/18/210300368/6-gejala-penyakit-peyronie-pria-perlu-tahu

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.