Salin Artikel

7 Penyebab Kanker Paru-paru Selain Merokok

KOMPAS.com – Tak bisa dipungkiri, merokok sejauh ini menjadi penyebab utama kanker paru-paru.

Tapi tetap saja, merokok bukan satu-satunya penyebab kanker paru-paru yang bisa terjadi.

Ada beberapa hal atau kondisi lain yang bisa juga menjadi penyebab kanker paru-paru pada seseorang.

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab kanker paru-paru pada orang yang tidak merokok untuk diwaspadai:

1. Paparan gas radon

Melansir Health, gas radon telah diidentifikasi sebagai penyebab utama kanker paru-paru setelah merokok.

Gas radon merupakan produk sampingan dari penguraian uranium. Gas ini dapat ditemukan di udara di sekitar kita dan pada umumnya tidak berbahaya.

Bahaya datang ketika gas radioaktif yang terjadi secara alami ini terperangkap dan terkonsentrasi, seperti yang dapat terjadi di tambang, sumur, atau di lantai bawah beberapa rumah. Itupun harus lama-lama terkena paparan.

Karena radon tidak dapat dilihat dan tidak berbau, satu-satunya cara untuk mengetahui keberadaan radon adalah dengan mengujinya.

Jika dalam pengujian diketahui kadar gas radon dalam suatu tempat terlalu tinggi, hal itu bisa dikurangi.

2. Terpapar asap rokok atau menjadi perokok pasif

Sekitar 15 persen sampai 35 persen dari kanker paru-paru pada orang bukan perokok mungkin disebabkan oleh asap rokok.

Ada dua jenis asap rokok yang bisa membahayakan para perokok pasif.

Asap sidestream adalah asap yang muncul ketika perokok pasif menghirup asap dari rokok atau cerutu orang lain yang menyala.
Sedangkan asap mainstream adalah asap yang dihembuskan dari perokok. Di antara keduanya, asap sidestream dilaporkan lebih beracun.

Beberapa kelompok perokok pasif bahkan dilaporkan lebih rentan terkena kanker paru-paru dari perokok pasif. Mereka adalah orang-orang yang terpapar asap rokok sejak masa kanak-kanak.

3. Paparan asbes

Asbes mengacu pada sekelompok mineral yang ditemukan di banyak bahan bangunan serta suku cadang mobil dan kapal.

Karena kaitan dengan kanker paru-paru sudah diketahui dengan baik, penggunaan asbes saat ini jauh lebih jarang daripada tahun-tahun sebelumnya.

Seseorang paling berisiko terkena kanker paru-paru dari asbes jika bekerja di industri berisiko tinggi seperti konstruksi, terutama jika pekerjaan tersebut melibatkan pembuangan asbes.

4. Polusi udara

Polusi dari knalpot kendaraan, pembangkit listrik, pabrik-pabrik (aktivitas industri), dan sumber lainnya mengandung partikel kecil yang juga dapat berkontribusi terhadap kanker paru-paru.

Sementara, permasalahan polusi udara kini semakin meresahkan seiring dengan peningkatan dinamika daerah.

5. Paparan radiasi dada

Orang yang pernah menjalani perawatan radiasi di dada (biasanya untuk jenis kanker lain), juga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru, bahkan jika mereka tidak pernah merokok.

Misalnya saja, wanita yang pernah menjalani radiasi sebelumnya untuk pengobatan kanker payudara atau pasien yang lebih muda yang pernah menderita limfoma Hodgkins dengan radiasi dada.

Tapi, peningkatan risiko kanker paru-paru akibat paparan radiasi dada dilaporkan tidak terlalu signifikan.

6. Keturunan

Melansir Medicine Net, karena semua perokok pada akhirnya tidak mengembangkan kanker paru-paru, kemungkinan faktor-faktor lain, seperti kerentanan genetik individu bisa berperan dalam penyebab kanker paru-paru.

Kerentanan genetik ini mungkin dapat diwariskan. Itulah sebabnya kanker paru-paru kadang-kadang berjalan dalam keluarga.

7. Efek samping memasak

Banyak orang mungkin masih memasak dan memanaskan rumah mereka dengan bahan bakar padat (kayu dan batu bara) atau memasak di atas api terbuka.

Aktivitas memasak ini yang dipasangkan dengan ventilasi yang buruk bisa menyebabkan tingginya tingkat polusi udara dalam ruangan hingga dapat berkontribusi pada kanker paru-paru.

Perempuan dan anak-anak lebih mungkin terpengaruh oleh polusi dalam ruangan ini karena kedekatan mereka dengan api untuk memasak, dan waktu yang dihabiskan di rumah.

Populasi berpenghasilan rendah sering kali menjadi tempat terjadinya polusi udara dalam ruangan tingkat tinggi ini.

https://health.kompas.com/read/2021/07/27/073300968/7-penyebab-kanker-paru-paru-selain-merokok

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Health
6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

Health
Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Health
Cara Mengatasi Eksim di Penis

Cara Mengatasi Eksim di Penis

Health
Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim

Penyakit
6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.