Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

10 Kebiasaan yang Perlu Dihindari Penderita Asam Lambung

KOMPAS.com – Ada beberapa kebiasaan yang tak boleh lagi dilakukan oleh seseorang setelah didiagnosis mengidap penyakit asam lambung.

Hal ini kiranya penting diperhatikan untuk mencegah terjadinya ketidaknyamanan akibat gangguan medis tersebut.

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disesase (GERD) di sini bisa dipahami sebagai bentuk kronis dari refluks asam lambung atau naiknya asam lambung ke kerongkongan (esofagus).

Dilansir dari WebMD, penyakit GERD secara umum dapat didiagnosnosis ketika refluks asam lambung terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu atau menyebabkan peradangan di kerongkongan.

Beberapa kondisi yang bisa dikenali sebagai gejala penyakit asam lambung di antaranya, yakni:

  • Heartburn atau sensasi terbakar di dada
  • Bau mulut
  • Kerusakan emai gigi karena asam berlebih
  • Merasa seperti isi perut kembali ke tenggorokan atau mulut (regurgitasi)
  • Nyeri dada
  • Batuk kering terus-menerus
  • Asma
  • Kesulitan menelan

Untuk mengurangi atau mencegah munculnya ketidaknyamanan di atas, pada dasarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh penderita asam lambung.

Kebiasaan yang perlu dihindari penderita asam lambung

Mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan penderita asam lambung kiranya sama pentingnya dengan mengetahui apa yang harus dilakukan oleh mereka.

Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang perlu dihindari penderita asam lambung:

1. Jangan makan berlebihan

Melansir Verywell Health, makan makanan secara berlebihan bisa membuat lambung membesar.

Hal ini pun bisa meningkatkan tekanan ke atas terhadap sfingter esofagus bagian bawah atau lower esophageal sphincter (LES).

LES adalah katup yang berada antara kerongkongan dan lambung.

Peningkatan tekanan terhadap LES dapat menyebabkan heartburn.

Daripada makan tiga kali sehari dalam jumlah besar, penderita asam lambung sebaiknya cobalah untuk makan enam kali makan dalam poris kecil atau tiga kali makan kecil dan tiga kali snack.

Cara makan ini diyakni akan membantu menjaga perut penderita asam lambung agar tidak terlalu penuh. Hal ini juga akan membantu mencegah produksi asam lambung yang berlebihan.

Asam lambung adalah cairan di lambung yang berfungsi membantu mencerna makanan.

2. Jangan makan terlalu cepat

Jika Anda makan terlalu cepat, akan lebih sulit bagi sistem pencernaan Anda untuk berfungsi dengan baik.

Pencernaan yang buruk sendiri dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena heartburn.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memperlambat saat makan:

  • Kunyah makanan Anda dengan saksama sebelum ditelan
  • Kunyah 20 kali atau hitung sampai 20 sebelum mengambil kembali makanan
  • Ambil porsi makanan dalam sendok yang lebih kecil

3. Jangan makan makanan pemicu

Beberapa makanan bisa menjadi penyebab heartburn. Hal ini bisa terjadi karena beberapa sebab.

Di mana, sebagian makanan bisa saja membuat sfingter esofagus bawah menjadi rileks.

Sedangkan makanan lainnya mungkin saja dapat menyebabkan produksi asam lambung terlalu banyak.

Ketika sfingter esofagus bawah rileks, makanan dan asam lambung bisa kembali naik ke kerongkongan Anda.

Makanan yang dapat mengendurkan sfingter esofagus bawah meliputi:

  • Makanan yang digoreng atau berminyak
  • Daging tinggi lemak
  • Saus krim
  • Produk susu susu murni
  • Cokelat
  • Permen
  • Minuman berkafein seperti minuman ringan, kopi, teh, dan kakao

Sementara itu, berikut adalah makanan yang dapat merangsang produksi asam lambung:

4. Jangan pergi makan tanpa persiapan

Mungkin lebih sulit untuk membuat pilihan yang tepat saat makan di luar.

Itulah mengapa penting untuk merencanakan ketika hendak makan di luar.

Jika Anda tahu apa yang bisa Anda makan dan apa yang harus Anda hindari, Anda bisa membuat pilihan yang lebih baik.

Anda dapat mencegah heartburn dengan mengajukan pertanyaan yang tepat dan mengetahui apa yang harus dihindari.

Sangat mudah untuk makan terlalu banyak di restoran, jadi perhatikan ukuran porsinya.

Pilihan yang baik saat makan di luar meliputi:

  • Potongan daging tanpa lemak
  • Sandwich dengan kalkun, ayam, atau daging sapi panggang di atas roti gandum
  • Makanan panggang
  • Sup berbasis kaldu
  • Sayuran kukus
  • Kentang panggang dengan saus salad rendah lemak
  • Saus salad rendah lemak atau tanpa lemak

Bersantap di restoran China, Meksiko, atau Italia mungkin sedikit lebih sulit dalam mengatur menu makanan yang hendak disantap.

Pasalnya, makanan di tempat-tempat ini mungkin mengandung lebih banyak bahan yang bisa memicu heartburn.

5. Jangan berbaring terlalu cepat setelah makan

Saat Anda berbaring, isi perut dapat menekan sfingter esofagus bawah lebih keras.

Hal ini dapat memicu refluks asam lambung.

Beberapa cara untuk menghindarinya antara lain:

  • Tunggu dua hingga tiga jam setelah makan untuk tidur atau berbaring
  • Jangan ngemil di malam hari
  • Makan makanan yang lebih besar di pagi hari

6. Saat berbaring, jaga kepala lebih tinggi dari perut

Saat Anda berbaring dengan posisi badan rata, isi perut Anda bisa menekan sfingter esofagus bawah.

Menjaga kepala Anda lebih tinggi dari perut Anda bisa membantu mengurangi tekanan ini.

7. Jangan memakai pakaian ketat

Melansir Medical News Today, menggunakan pakaian yang ketat di sekitar perut bisa memicu heartburn.

Penggunaan ikat pinggang yang ketat dapat menekan perut dan memaksa makanan melawan sfingter esofagus bawah.

Hal ini dapat membuat isi lambung naik ke kerongkongan.

8. Jangan merokok

Ada banyak alasan bagus untuk berhenti merokok.

Merokok dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, termasuk heartburn.

Ini terutama benar jika Anda menderita GERD.

Berikut adalah beberapa cara merokok dapat memicu heartburn:

9. Jangan minum alkohol

Alkohol bisa meningkatkan jumlah asam yang dihasilkan lambung.

Alkohol juga dapat melemaskan sfingter esofagus bawah.

10. Jangan terlalu stres

Stres itu sendiri belum terbukti menyebabkan heartburn.

Namun, stres dapat menyebabkan perilaku yang memicu heartburn.

Ketika Anda stres, Anda mungkin tidak mengikuti rutinitas normal Anda.

Anda tidak lagi makan, berolahraga, atau minum obat sesuai jadwal rutin Anda.

Nah, gangguan ini bisa memicu heartburn.

Menemukan cara untuk mengurangi stres dapat membantu Anda dalam mengendalikan penyakit asam lambung Anda.

Cobalah metode relaksasi seperti:

https://health.kompas.com/read/2021/10/11/130000968/10-kebiasaan-yang-perlu-dihindari-penderita-asam-lambung

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke