Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

6 Penyebab Bibir Vagina Bengkak dan Cara Mengatasinya

Melansir Health Direct, bibir vagina dalam dunia medis dikenal dengan istilah labia.

Fungsi labia untuk melindungi klitoris (bagian dari vagina yang akan membesar ketika ada rangsangan seksual) dari cedera atau iritasi.

Wanita memiliki dua pasang labia. Yakni bibir vagina bagian luar yang dikenal dengan labia mayora. Serta bibir vagina bagian dalam yang disebut dengan labia minora.

Kedua pasang bibir vagina ini sangat sensitif, sehingga gampang bengkak, ruam, ditumbuhi jerawat, atau kista.

Kenali bibir vagina bengkak dan cara mengatasinya sebagai berikut.

Penyebab bibir vagina bengkak

Dilansir dari Healthline, ada beberapa penyebab bibir vagina bengkak, antara lain:

  • Infeksi jamur candida

Wanita bisa mengalami infeksi jamur pada vaginya karena perubahan hormon, kehamilan, diabetes, efek samping minum pil KB, dan imbas penggunaan antibiotik.

Gejala infeksi jamur pada vagina yakni bibir vagina bengkak, vagina terasa panas, gatal, dan keputihan yang teksturnya mirip santan pecah.

  • Infeksi bakteri

Tak hanya jamur, vagina wanita juga rawan terkena infeksi bakteri. Kondisi ini bisa muncul karena douching, bergonta-ganti pasangan seks, atau karena pertumbuhan bakteri baik dan jahat di dalam tubuh sedang tidak seimbang.

Gejala infeksi bakteri pada vagina yakni bibir vagina bengkak, keputihan berwarna kehijauan atau keabu-abuan, vagina bau amis, dan vagina gatal.

  • Trikomoniasis

Infeksi menular seksual yang disebabkan parasit ini juga dapat menyebabkan bibir vagina bengkak, vagina gatal, panas, baunya amis, dan kencing terasa sakit.

  • Alergi

Bibir vagina yang sensitif juga rawan terkena alergi dan mengalami bengkak. Biang alergi bisa berasal dari pembalut, kondom, kain pakaian dalam, atau sabun mandi.

  • Kista bartholin

Kista ini bisa terjadi apabila kelenjar bartholin yang berada di dekat bibir vagina tersumbat. Kelenjar ini membantu melumasi vagina ketika berhubungan seks. Gejala kista bartholin di antaranya bibir vagina bengkak dan terasa sakit.

  • Berhubungan seks kurang pelumas

Terkadang, hubungan seks yang kurang pelumasan karena minim pemanasan bisa menyebabkan bibir vagina terluka dan bengkak.

Cara mengatasi bibir vagina bengkak

Cara mengobati bibir vagina bengkak perlu disesuaikan dengan penyebab dan gejalanya. Secara umum, berikut beberapa di antaranya:

  • Minum obat sesuai penyebab bibir vagina bengkak, misalkan obat antijamur untuk infeksi jamur, obat antibiotik untuk infeksi bakteri, atau obat antialergi untuk bibir vagina bengkak karena iritasi atau alergi
  • Untuk kista bartholin yang bermasalah, penderita biasanya perlu operasi pengangkatan kista
  • Hindari douche karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dan jahat di vagina
  • Jangan mengenakan celana ketat selama bibir vagina ketat. Pakaian ketat bisa bikin gerah dan lembap, sehingga bakteri dan jamur rawan tumbuh subur di vagina
  • Hindari penggunaan barang yang bisa memicu alergi misalkan sabun, produk kewanitaan yang ada pewanginya, kondom lateks, dll.
  • Jangan berhubungan seks dulu selama bibir vagina bengkak, karena bisa menyebabkan vagina makin teriritasi dan nyeri
  • Konsumsi yogurt atau makanan yang mengandung probiotik agar bakteri baik di tubuh semakin banyak

Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum minum obat untuk mengatasi bibir vagina bengkak.

Umumnya, penyebab masalah kesehatan ini tidak berbahaya dan mudah diobati dengan perubahan gaya hidup sederhana.

https://health.kompas.com/read/2021/11/16/220100268/6-penyebab-bibir-vagina-bengkak-dan-cara-mengatasinya

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke