Panadol Luncurkan Koyo Pereda Nyeri Otot

Kompas.com - 13/09/2011, 15:26 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Panadol, merk obat analgesik, meluncurkan produk terbarunya Panadol Pain Relief Patches atau koyo modern pereda nyeri otot, sendi dan pegal-pegal.

Menurut senior brand manager Panadol Anie R. Zetga, produk terbarunya ini mengandung glycol salicylate, menthol, dan camphor untuk memberikan efek hangat dan merilekskan otot.

"Dalam survei pasar yang kami lakukan terungkap bahwa 80 persen masyarakat Indonesia sering mengeluhkan pegal dan nyeri otot," katanya dalam acara acara peluncuran Panadol Pain Relief Patches di Jakarta, Selasa (13/9).

Ia menjelaskan, rasa pegal dan nyeri otot bisa terjadi bukan hanya karena aktivitas fisik berat seperti berolahraga, namun juga aktivitas sehari-hari yang ringan.

"Duduk lama di depan komputer atau naik motor di jalan yang macet pun sudah bisa membuat kita pegal," katanya.

Menurut penjelasan dr.Michael Triangto, Sp.KO, rasa pegal terjadi karena penumpukan asam laktat di otot, sementara itu nyeri otot lebih disebabkan karena gerakan berlebihan dan berulang-ulang.

"Gerakan yang lama dan berulang-ulang akan menyebabkan otot mengejang setelah berkontraksi dalam waktu lama. Akibatnya rileksasi otot berkurang dan gerakan tubuh menjadi kaku," katanya.

Berbeda dengan produk koyo lainnya, menurut Anie produk ini memiliki kadar air yang tinggi atau hydrogel sehingga teksturnya lembut dan elastis. "Jika dicabut tidak akan menimbulkan bekas dan sakit, selain itu baunya juga tidak tajam," imbuhnya.

Nyeri karena peradangan yang terjadi di otot atau sendi ini bisa dihentikan dengan beristirahat atau pemanasan. "Efek panas dari koyo atau berendam air hangat akan membuat otot yang pendek kembali memanjang dan rileks," katanya.

Michael menjelaskan pada dasarnya nyeri otot yang dirasakan merupakan isyarat dari tubuh agar kita beristirahat. "Berbagai metode rileksasi seperti pijat, berendam air hangat, atau penggunaan koyo akan membuat otot rileks," katanya.

Akan tetapi jika semua standar sudah dilakukan namun keluhan nyeri otot dan sendi tidak hilang juga, sebaiknya langsung berobat ke dokter untuk mencari penyebabnya. "Kebiasaan mengobati diri sendiri ada batasnya. Jika dalam seminggu nyeri tidak hilang, sebaiknya konsultasikan ke dokter," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.