8 Mitos Menyesatkan Seputar Alergi Makanan

Kompas.com - 24/10/2011, 13:42 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Reaksi alergi tidak bisa ditebak. Ketika hal itu terjadi, kondisi yang Anda alami bisa sama, atau bahkan lebih parah dari reaksi sebelumnya. Selain itu, seseorang dengan alergi makanan mungkin tidak selalu mengalami gejala yang sama dari suatu reaksi alergi. Misalnya, untuk pertama kali individu mungkin mengalami reaksi gatal-gatal, tetapi reaksi berikutnya bisa jadi muntah.

Selama ini, persepsi masyarakat tentang alergi makanan sangat beragam, sehingga kadang membuat sebuah anggapan yang keliru dan memunculkan berbagai mitos yang belum terbukti kebenarannya. Berikut ini adalah jawaban dari berbagai mitos seputar alergi makanan, yang berkembang di masyarakat :

1. Mitos : Alergi makanan adalah kejadian yang langka Faktanya : Sekitar 12 juta orang di Amerika Serikat mengidap alergi makanan. Alergi makanan lebih umum terjadi di kalangan anak muda dengan perkiraan 1 dari 17 anak di bawah usia 3 tahun memiliki alergi makanan.

2. Mitos : Alergi makanan tidak berbahaya Faktanya : Alergi makanan dapat mengancam nyawa. Anafilaksis adalah reaksi alergi yang parah yang datang sangat cepat dan bisa berakibat fatal.

3. Mitos : Reaksi alergi tidak langsung muncul Faktanya : Gejala reaksi alergi biasanya terjadi dalam beberapa menit sampai dua jam setelah individu tertelan makanan yang memicu alergi.

4. Mitos : Satu gigitan kecil tidak apa-apa Faktanya : Jika seseorang benar-benar alergi, bahkan sedikit makanan penyebab alergi dapat menimbulkan eisiko. Bahkan, kurang dari satu gigitan kecil dapat menyebabkan reaksi yang parah.

5. Mitos : Kacang penyebab satu-satunya alergi makanan Faktanya : Meskipun benar bahwa kacang dapat menyebabkan reaksi sangat serius, namun bukan berarti makanan lainnya tidak dapat memicu reaksi alergi yang parah. Makanan tersebut antara lain, ikan, kerang, dan susu.

6. Mitos:  Memasak makanan mengurangi munculnya alergi Faktanya : Alergi makanan merupakan respon sistem imun terhadap kandungan protein dalam makanan. Protein akan tetap berada di dalam makanan meskipun telah dipanaskan. Anda tidak dapat membuat makanan lebih sedikit menimbulkan alergi, sekalipun telah dimasak.

7. Mitos : Hasil tes tusuk kulit positif berarti alergi Faktanya : Tes tusuk kulit memang prediktif terhadap alergi makanan. Tetapi tes ini kadang-kadang menghasilkan "positif palsu". Percobaan langsung dengan mengonsumsi makanan yang diduga pemicu alergi adalah tes yang paling definitif untuk menentukan apakah Anda memiliki alergi makanan atau tidak.

8. Mitos : Alergi tidak terjadi pada orang dewasa Faktanya: Meskipun alergi makanan paling sering timbul pada anak usia dini, tetapi reaksi alergi bisa terjadi pada usia berapa pun - bahkan di masa dewasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.