Lemak Perut Berlebih Menekan Hormon 'Maskulin'

Kompas.com - 15/06/2012, 14:36 WIB
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Secara alamiah, produksi hormon testosteron dalam tubuh akan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Namun pada mereka yang punya berat badan berlebih alias obesitas, risiko penurunan hormon yang membentuk karakter maskulin pada manusia ini berkurang lebih cepat.

Kekurangan testosteron sering menyebabkan rendahnya tingkat energi, masalah seksual dan bahkan mengurangi kualitas hidup. Hormon ini akan membentuk karakter "jantan" pada manusia, seperti pembentukan otot, massa tulang, suara yang berat, hingga pertumbuhan rambut.

"Pada orang gemuk, penurunan hormon testosteron bisa sampai 40 persen, apalagi kalau dia punya penyakit penyerta seperti diabetes, bisa sampai 50 persen," kata, Dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, konsultan endokrin metabolik, RSCM, saat acara Seminar Media, Jumat, (15/6/2012).  

Yunir menjelaskan, lemak yang ada didalam tubuh yang tertumpuk di jaringan perut akan menghasilkan suatu enzim yang dapat merusak hormon testosteron. Akibatnya testosteron yang ada akan dipecah sehingga kadarnya di dalam darah akan menurun.

"Jadi ada sel-sel di dalam jaringan lemak yang menyebabkan pengurangan kadar hormon testosteron," ucapnya.

Menurut Yunir, lingkar pinggang pada pria tidak boleh lebih dari 90 cm, karena akan memicu tumpukan lemak di rongga perut. Menumpuknya lemak di perut  bukan hanya sekedar berfungsi dalam menyimpan energi tetapi juga dapat menghasilkan hormon yang justru menekan produksi testosteron.

Jadi, produksi testosteron yang tadinya normal bisa menjadi turun, karena lebih cepat dipecah oleh hormon adipositokin, yang dihasilkan sel lemak di rongga perut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kadang untuk kompensasi testis malah akan menjadi membesar untuk menggenjot produksi hormon lebih banyak," katanya.

Sejumlah studi telah membuktikan bahwa kelebihan lemak tubuh dapat meningkatkan kadar estrogen, yang selanjutnya dapat mengurangi kadar testosteron.

Dengan melakukan latihan aerobik secara teratur seperti berjalan, jogging, lari, bersepeda, dan kontrol diet yang tepat, secara efektif dapat memangkas persentase lemak tubuh total. Proses penurunan berat badan harus dilakukan secara bertahap dan tingkat kehilangan lemak harus dibatasi sekitar 500 gram setiap minggunya.

 


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X