Kompas.com - 04/02/2013, 14:55 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Kanker telah menjadi momok dalam dunia kedokteran sejak beberapa dekade lalu. Bedanya, saat ini kanker merupakan penyakit yang tergolong dapat disembuhkan. Adalah para "cancer survivor" sebutan untuk para pasien yang bisa sembuh dari kanker dan kemudian menjalani kehidupan biasa kembali. Mereka yang terselamatkan ini memang adalah orang-orang yang menderita berbagai macam jenis kanker dan melewati pengobatan yang sering kali tidak nyaman.

Pengetahuan dan teknologi kedokteran mampu meningkatkan harapan hidup pasien kanker. Sebuah sumber pustaka dari Utah Cancer Action Network (UCAN) mengatakan, tahun 1913 harapan hidup 5 tahun pasien kanker adalah 10 persen, sedangkan pada tahun 2003 harapan hidup 5 tahun pasien kanker meningkat menjadi 66 persen.  Peningkatan harapan hidup menyebabkan pasien kanker hidup lebih lama. Sayangnya, belum banyak yang memperhatikan masalah kanker dari sudut psikologisnya.

Keterlibatan psikologis

Faktor psikologis pada pasien kanker dapat dilihat dari dua sudut pandang. Kepribadian seseorang sebagai faktor yang membuatnya unik dan berbeda sebagai manusia merupakan hal yang berkaitan dengan kanker. Penelitian tentang kepribadian manusia mengatakan ada suatu tipe kepribadian yang disebut Kepribadian Tipe C.

Kepribadian tipe C ini dikarakteristikan sebagai pribadi yang sering menahan atau menyangkal emosi terutama marah. Orangnya super sabar yang kelebihan dan sering selalu mengiyakan segalanya walaupun di dalam hatinya sangat bertentangan. Orang dengan kepribadian tipe C juga sering terlalu merasionalkan segala sesuatunya dan ingin selalu tampil baik dan sempurna di mata orang. Orang dengan kepribadian seperti ini tentunya sering mengalami "kelelahan mental" sehingga mudah menjadi depresi dan merasa tidak berdaya. Dikatakan jika dikombinasikan dengan faktor risiko lain, orang dengan kepribadian tipe C akan lebih berisiko menderita kanker.

Sedangkan gejala-gejala gangguan psikologis yang bisa muncul pada pasien yang sudah mengalami kanker adalah kemarahan, kecemasan, depresi, dan tidak mempunyai harapan. Kondisi ini sayangnya jika tidak ditangani dengan baik akan memperburuk kesehatan pasien kanker dan menyebabkan penurunan kualitas hidupnya. Harapan hidup pasien yang mengalami kanker dan juga mengalami gangguan psikiatrik pun biasanya lebih pendek daripada yang mampu mengatasi kondisi itu.

Marah pada diri sendiri

Perasaan marah pasien biasanya dihubungkan dengan perasaan tidak berdaya dan tidak mampu ditolong berkaitan dengan penyakit kankernya. Pasien merasa tidak nyaman dengan dirinya dan frustasi karena keadaan yang sepertinya sulit diatasi pasien. Perasaan hilangnya kemampuan mandiri juga merupakan salah satu yang ditakuti pasien sehingga meningkatkan rasa marahnya terhadap lingkungan sekitar pasien.

Kemarahan yang tidak mampu dihadapi dengan baik ini dapat mengarah kepada kondisi selanjutnya yang mulai menandakan tanda-tanda depresi. Pasien biasanya semakin kehilangan harapan dan malas melakukan hubungan dengan orang lain. Isolasi diri dan menjauhkan diri dari pergaulan adalah salah satu cirinya. Selain itu gejala fisik sulit tidur dan hilangnya nafsu makan merupakan gejala depresi yang memperberat kondisi fisik pasien kanker. Secara nyata pasien malas melakukan hubungan kontak mata, kehilangan motivasi dalam perawatan dan merasa lelah yang berkepanjangan.

Gejala depresi juga sering dibarengi dengan gejala-gejala kecemasan yang dirasakan pasien sebagai gejala yang berkaitan dengan peningkatan aktifitas sistem saraf otonom. Pasien menjadi sering mengalami jantung berdebar, sesak napas dan rasa kelelahan karena tegang yang berlebihan. Kecemasan juga sering dikaitkan dengan perasaan ketakutan akan hilangnya integrasi diri dalam artian yang paling sempit sekalipun seperti hilangnya kepercayaan diri karena memiliki tubuh yang tidak sempurna.

Penanganan holistik

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.