Kompas.com - 01/03/2013, 19:55 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Ketika bayi mendekati usia 12 bulan, apakah yang menjadi perhatian utama para orangtua? Pastikan perkembangan motorik kasarnya, di mana anak menggunakan otot-otot besarnya untuk berdiri, berjalan, berlari, bahkan mungkin memanjat kursi atau sofa. Nah, ketika tubuh anak semakin lincah, stabil, dan kemampuan kognitif, emosional, dan sosialnya semakin berkembang, saat itulah Anda perlu mengamati perkembangan motorik halusnya.

Motorik halus merujuk pada perkembangan gerakan otot-otot kecil pada tangannya untuk saling berkoordinasi guna memungkinkan terjadinya fungsi-fungsi seperti memegang benda-benda kecil, menulis, atau memegang sendok untuk makan. Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam aktivitas mereka di sekolah nanti, dan dalam life skills secara umum. Bila motorik halusnya lemah, anak akan kesulitan makan sendiri, atau memakai pakaian sendiri.

Agar saraf motorik halus anak berkembang dengan baik, Anda dapat melatihnya melalui kegiatan dan rangsangan yang kontinu secara rutin sedari dini. Tubagus Amin Fa, psikolog dari Aminfainstitute, menyarankan untuk melatih motorik halus anak dengan menggambar. Amin mengatakan, kegiatan menulis dan menggambar atau mewarnai sebaiknya lebih sering diberikan kepada anak-anak sejak tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

"Aktivitas yang baik untuk melatih perkembangan motorik halus adalah menggambar dan menulis. Kalau ditanya, lebih sulit mana menulis atau menggambar, tentu semua orang akan menjawab: menggambar," papar Amin, saat coaching clinic di KidZania, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat menggambar, anak harus menggunakan multiple intelligence yang melibatkan minimal empat kekuatannya: yaitu cerdas gerak (menggunakan tubuhnya untuk mengekspresikan ide-ide dan perasaannya), cerdas gambar (kemampuan berpikir dalam gambar), cerdas diri (pengetahuan mengenai diri dan kemampuan bertindak berdasarkan pengetahuan tersebut), dan cerdas bahasa (kemampuan menggunakan bahasa untuk menyampaikan apa yang dia maksudkan melalui gambar tersebut).

"Menggambar memberikan ruang kecerdasan, kreativitas, sehingga membuat anak lebih cerdas daripada ketika harus belajar menghitung atau menghafal. Kalau menghafal kan (apa yang dihafal) sudah ada, tinggal dibaca berulang-bulang. Kalau menggambar lalu diminta menceritakan apa yang digambarnya, dia akan ingat selamanya," lanjutnya.

Menggambar menuntut koordinasi antara mata dan tangan, yaitu ketika anak memegang pensil warna untuk menggambar dan melihat hasilnya di atas kertas. Saat usianya masih sangat muda, anak akan belajar untuk menggambar dan menulis dimulai dengan menorehkan garis sederhana. Lama-kelamaan, kemampuan ini akan semakin berkembang, terlihat dari tarikan garis yang semakin kompleks dan membentuk gambar yang lebih jelas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Selain dengan menggambar, saraf motorik halus juga bisa dilatih melalui kegiatan menyusun balok, memasukkan benda ke dalam lubang, membuat garis, melipat dan merobek kertas, atau mewarnai. Semua aktivitas ini dapat mengeksplorasi kreativitas anak-anak, merangsang motoriknya, dan fungsi kerja otak dalam belajar karena otak dan otot merupakan hal yang saling sinergis.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.