Kompas.com - 07/03/2013, 10:07 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Sosis, ham, daging asap, dan daging olahan lainnya sebaiknya mulai Anda kurangi konsumsinya. Menurut studi terbaru, kebiasaan mengasup daging olahan tersebut berkontribusi pada kematian di usia muda.

Dalam laporan yang dimuat dalam jurnal BMC Medicine para peneliti menyimpulkan bahwa daging yang diproses terkait erat dengan penyakit kardiovaskular, kanker, dan kematian di usia muda.

Yang perlu diwaspadai dari daging olahan tersebut adalah penggunaan garam yang tinggi serta bahan-bahan kimia sebagai pengawet.

Penelitian mengenai efek diet tinggi daging olahan tersebut dilakukan dengan mengikuti orang dari 10 negara selama hampir 13 tahun.

Mereka yang mengonsumsi lebih dari 160 gram (setara dengan dua sosis dan satu iris daging babi asap) daging yang diproses setiap hari, risiko kematiannya pada kurun waktu 13 tahun 44 persen lebih besar dibanding dengan mereka yang hanya makan 20 gram daging olahan.

"Mereka yang hobi mengonsumsi daging, terutama daging yang diproses, biasanya juga memiliki gaya hidup kurang sehat," kata Prof.Sabine Rohrmann dari Universitas Zurich.

Memang orang-orang dalam penelitian tersebut selain suka makan daging olahan umumnya juga merokok, obesitas, dan punya gaya hidup buruk lainnya.

"Berhenti merokok sebenarnya lebih penting daripada mengurangi daging. Tetapi saya tetap merekomendasikan orang untuk mulai membatasi konsumsi daging olahan," katanya.

Penelitian sebelumnya juga pernah mengaitkan antara daging yang diproses, seperti daging asap, burger, atau hot dog, meningkatkan risiko kanker usus.

Dr.Rachel Thompson dari World Cancer Research Fund menyebutkan, sekitar 4000 kasus kanker usus bisa dicegah jika konsumen membatasi asupan daging olahan kurang dari 10 gram setiap hari.

Kendati begitu daging tetap disarankan untuk dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang. Selain daging merah, sumber protein yang baik lainnya adalah daging ayam, ikan, serta kacang-kacangan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.