Kompas.com - 22/04/2013, 13:18 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Suntik botox merupakan perawatan nonbedah yang terkenal mampu menghilangkan kerut-kerut di wajah secara cepat. Tetapi mereka yang mendapatkan suntikan botox mengaku depresi karena jadi sulit tersenyum.

Psikolog Michael Lewis dari Cardiff University di Inggris melakukan penelitian mengenai hal tersebut. Ia menyebutkan bahwa suntikan botox membekukan otot-otot di wajah dan menghambat sinyal saraf ke otak ketika seseorang merasa gembira dan ingin tersenyum. Akibat terhambatnya sinyal saraf tersebut seseorang merasa jadi depresi.

"Ekspresi yang tampak di wajah kita akan berpengaruh pada emosi yang dirasakan. Kita memang tersenyum karena sedang gembira, namun senyuman juga membuat kita bahagia," kata Lewis.

"Perawatan wajah seperti botox menghalangi pasien untuk menampilkan ekspresi tertentu," lanjutnya.

Lewis melakukan penelitian dengan melibatkan 25 wanita yang pernah mendapatkan suntikan botox atau filler untuk menghilangkan kerut sudut mata (crow's feet) serta garis kerutan di dahi.

Para partisipan studi mengisi daftar pertanyaan yang menanyakan gejala-gejala depresi sekitar dua sampai empat minggu pasca mendapatkan suntikan. Ternyata mereka yang mendapatkan injeksi untuk menghilangkan kerut sudut mata memiliki skor depresi 50 persen lebih tinggi dibandingkan dengan suntikan untuk kerut di dahi.

Studi sebelumnya yang juga dilakukan oleh Lewis menemukan bahwa mereka yang mendapat suntik botox mengalami gangguan pada otot-otot bagian dahi sehingga mereka tampak tidak sedih.

Dalam studi terbaru ini, mereka yang mendapat injeksi untuk menghilangkan kerut sudut mata menjadi fokus karena otot-otot di bagian mata menjadi terganggu untuk menampilkan senyuman. Suntikan botox akan mengurangi kemampuan wajah membentuk senyuman. Padahal, senyuman justru mempercantik wajah.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.