Kompas.com - 23/04/2013, 11:24 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Tanyakan pada para pria jenis makanan favorit mereka. Kebanyakan akan menjawab menyukai makanan berasa gurih seperti daging. Sedangkan kaum wanita tak jauh-jauh dari cokelat dan kue-kue manis.

Pengaruh jenis kelamin terhadap pilihan makanan sudah sejak lama menjadi pertanyaan para ilmuwan dan ahli gizi. Apakah wanita dan pria memang terprogram menyukai jenis makanan berbeda? Mengapa beberapa makanan cenderung maskulin (steak, burger, keripik), dan makanan feminin (yogurt, salad, kue-kue manis)?

Menurut Kim Terakes, penulis buku The Great Aussie Bloke's Cookbook, banyak pria merasa belum makan jika mereka belum menyantap protein dalam porsi besar. Sementara wanita sudah merasa cukup dengan sedikit karbohidrat atau salad di waktu makan.

Selain itu, kebanyakan orang menganggap pria memang makan lebih banyak daripada wanita karena fisik mereka juga lebih besar.

Para ahli nutrisi menyarankan asupan kalori lebih besar bagi pria. Namun jumlah energi harian yang harus kita penuhi dari makanan sebenarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari usia, tinggi badan, serta tingkat aktivitas.

Pilihan makanan seseorang banyak dipengaruhi oleh norma budaya, kebiasaan, serta faktor genetik. Mungkin faktor jenis kelamin juga berpengaruh besar.

"Jika dilihat dari indera pengecap, pria memang tak terlalu sensitif pada rasa pahit. Itu sebabnya mengapa mereka lebih menikmati bir dan makanan gurih. Sebaliknya dengan wanita yang lebih sensitif pada rasa pahit sehingga lebih suka sesuatu yang manis," kata Natoli.

Menurut Lauren William dari University of Newcatle School of Health Science, mengatakan sosialisasi adalah faktor utama yang menentukan apa yang kita sukai untuk makan.

"Budaya sosial telah menghasilkan kebiasaan makan bersama. Anak-anak melihat ayah mereka makan dalam porsi besar dan ibu lebih sering makan dalam porsi kecil," kata William.

Selain itu di banyak budaya, makan daging sering dikatikan dengan kekuatan dan maskulinitas.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.