Kompas.com - 17/07/2013, 09:19 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com - Mana yang lebih banyak Anda santap saat berbuka puasa, hidangan yang manis atau asin? Bila lebih banyak makanan manis yang Anda pilih, bisa jadi hal ini merupakan salah satu pertanda Anda kekurangan tidur.

Mereka yang mengalami kekurangan tidur memang akan lebih senang memilih hidangan yang manis. Hal ini dipicu oleh kebutuhan tubuh akan gula dan oksigen sebagai sumber pasokan energi.

Seperti diungkapkan spesialis gangguan tidur dr. Andreas Prasadja RPSGT, kualitas tidur seseorang dapat memengaruhi selera terhadap makanan.  Saat kekurangan tidur, tubuh akan memberi tanda berupa rasa kantuk. Mengantuk merupakan pertanda tubuh membutuhkan istirahat. Rasa ngantuk juga merupakan salah satu tanda tubuh memerlukan asupan oksigen dan gula.

Gula merupakan sumber energi, sedangkan oksigen adalah asupan otak. Tubuh memerlukan keduanya supaya bisa bekerja maksimal. Kurang asupan oksigen dan gula dapat menyebabkan seseorang mengantuk.

Minimnya asupan energi ini akan berdampak pada selera makan seseorang. "Seseorang yang kurang tidur, cenderung memilih hidangan yang manis. Hal ini dikarenakan kurangnya asupan energi pada tubuh," kata

Kandungan gula pada makanan akan langsung diolah menjadi energi bagi tubuh. Sehingga tubuh kembali dalam kondisi terbaik. Sedangkan untuk mengatasi asupan oksigen, seseorang akan mengkonsumsi kopi. Kandungan kafein akan memaksimalkan kemampuan darah menangkap oksigen, yang kemudian disalurkan ke tubuh dan otak.

Ketika hari biasa, hal ini mungkin tidak terlihat. Namun saat bulan puasa,  kecenderungan ini terlihat jelas. "Biasanya saat buka puasa, orang yang kurang tidur maunya yang manis. Mereka juga cenderung makan atau minum manis sangat banyak," kata Andreas. Kondisi ini dikarenakan tubuh meminta asupan energi, yang tidak dipenuhi saat tidur.

Selain selera makan, kurang tidur juga menyebabkan orang cepat lemas. Sayangnya, kebanyakan orang menganggap kondisi ini karena kekurangan asupan vitamin dan mineral. Sehingga mereka mengkonsumsi suplemen untuk mengatasi rasa lemasnya.

"Padahal yang dibutuhkan hanya tidur. Kalau cukup tidur seseorang menjadi lebih segar dan bertenaga," kata Andreas. Orang yang cukup tidur tidak perlu lagi mengkonsumsi banyak hidangan manis atau suplemen, untuk memastikan asupan energinya.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X