Kompas.com - 01/08/2013, 10:07 WIB
Ilustrasi menyusui shutterstockIlustrasi menyusui
|
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan setiap tanggal 1-7 Agustus sebagai pekan menyusui sedunia. Peringatan ini dirayakan di 170 negara, termasuk Indonesia. Tahun ini tema yang diangkat adalah pentingnya memberikan dukungan bagi ibu menyusui.

Pekan menyusui sedunia digagas oleh WHO dan UNICEF pada bulan Agustus tahun 1990 untuk melindungi, mengampanyekan, dan mendukung pemberian ASI bagi bayi.

Dukungan untuk ibu menyusui bisa diberikan dari suami, keluarga, teman, dan tempat kerja. Di Indonesia, secara hukum pemberian ASI dilindungi melalui pengesahan PP No.33/2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif.

Melalui peraturan tersebut, semua pihak wajib mendukung ibu menyusui. Tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan wajib melakukan inisiasi menyusui dini, menempatkan ibu dan bayi dalam satu ruang rawat. Selain itu, ada juga keharusan penyediaan ruang menyusui di tempat kerja dan fasilitas umum serta pembatasan promosi susu formula.

Kendati demikian, masih banyak pihak yang belum memahami pentingnya pemberian ASI. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Dr.Ray Basrowi dari Universitas Indonesia, terungkap 50 persen pekerja formal di Jakarta memerah ASI di toilet atau kamar mandi.

Tidak tersedianya fasilitas memerah ASI diyakini berkorelasi dengan rendahnya pemberian ASI eksklusif. Sebanyak 78 persen pekerja pabrik dan 51,9 persen PNS tidak memberikan ASI ekslusif. Kebanyakan dari mereka memilih menghentikan pemberian ASI setelah kembali bekerja.

Rendahnya pemberian ASI eksklusif juga tercermin dari hasil Riset Kesehatan Dasar 2010. Disebutkan, bayi kurang 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif hanya 15,3 persen. Sementara inisiasi menyusui dini kurang dari 1 jam setelah bayi lahir 29,3 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X