Kompas.com - 06/09/2013, 08:04 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com - Sarapan memiliki arti yang sangat besar bagi tumbuh kembang si kecil. Selain mampu memberikan asupan gizi supaya bisa berkonsentrasi, berpikir, dan beraktivitas hingga waktu makan siang tiba, sarapan juga penting untuk perkembangan otaknya.

Sayangnya, begitu anak sudah sibuk dengan jadwal sekolahnya yang padat, tak jarang mereka enggan menyentuh makanan sarapannya. Bagaimana menyiasatinya agar dia mau kembali pada kebiasaan baik tersebut?

Menurut Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institur Pertanian Bogor (IPB) Profesor Hardinsyah, ada beberapa faktor yang menyebabkan anak jadi malas sarapan. Pertama, karena waktu yang disediakan untuk sarapan sangat minim.

"Kalau anak bangun terlalu dekat dengan waktu dia harus berangkat sekolah, biasanya dia menolak untuk sarapan. Ini karena tubuhnya tidak siapmenerima makanan, terburu-buru berangkat ke sekolah," tuturnya saat ditemui di sela-sela acara Nutritalk yang diselenggarakan oleh Sarihusada Kamis (5/9/2013) di Jakarta.

Solusinya, imbuhnya, anak perlu bangun lebih pagi. Ini supaya aktivitas di pagi hari tidak terlalu padat sehingga mereka siap untuk mengasup makanan.

Hardinsyah mengatakan, jika anak sulit bangun pagi, maka perlu diintrospeksi waktu tidurnya. Anak-anak usia sekolah butuh tidur 9-10 jam setiap harinya. Apabila tidur terlalu malam, tentu akan sulit dibangunkan di pagi hari.

"Jika kebutuhan tidur tidak bisa dipenuhi pada tidur malam, tidur siang 1-2 jam bisa membantu," sarannya.

Faktor anak menolak sarapan lainnya, lanjut Hardinsyah, adalah kebosanan anak pada menu sarapan yang disuguhkan. Untuk itu, orangtua harus lebih kreatif lagi memberikan menu sarapan.

"Biarkan anak memilih makanan favoritnya, tapi sajikan dengan cara yang sehat," pungkas Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.