Kompas.com - 31/10/2013, 10:07 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com
— Munculnya kasus video asusila pelajar SMP di Jakarta menunjukkan betapa pengetahuan seks di kalangan anak dan remaja masih minim. Karena itu, Kementerian Kesehatan akan mengusulkan penambahan jam pendidikan seks di sekolah guna meningkatkan pemahaman tentang seksualitas di kalangan remaja muda.

Direktur Bina Kesehatan Anak Kementerian Kesehatan Elisabeth Jane Soepardi, Rabu (30/10/2013), menyatakan, pihaknya berencana mengadakan pertemuan dengan semua pihak yang terlibat dalam pendidikan remaja. Pertemuan yang dijadwalkan minggu depan itu akan mengusulkan penambahan jam pendidikan seks.

Program edukasi seks, kata Jane, kemungkinan akan dijadikan ekstrakurikuler di sekolah yang bersifat wajib. Para pengisi program tersebut kemungkinan berasal dari pihak swasta yang sudah berpengalaman.

Dalam program tersebut, juga akan disebarkan buku Rapor Kesehatanku, yang berisi pantauan kesehatan organ tubuh dan reproduksi secara keseluruhan.

Untuk membantu anak memperoleh pendidikan seks di rumah, Kemenkes juga akan menggalakkan pemberian buku Kesehatan Ibu dan Anak. Buku ini akan diperkaya dengan pengenalan organ reproduksi pada anak hingga berusia lima tahun. Buku ini diharapkan bisa membantu orangtua memberikan pendidikan seks sedini mungkin pada anak.

“Berbagai perubahan yang ada menuntut pergerakan cepat, termasuk untuk sesegera mungkin memberikan pendidikan seks. Pola pikir seks adalah tabu harus segera dihapus. Pendidikan seks yang berkualitas menentukan mutu generasi pada masa mendatang,” terang Jane.

Jane mengakui, pendidikan seks di sekolah saat ini masih sangat terbatas. Pendidikan seks dipotong-potong dan hanya disisipkan ke dalam berbagai mata pelajaran.

"Dalam pelajaran tersebut, anak sebatas mengetahui dan menghafal organ seks, tanpa mengerti apa bahaya jika menggunakan atau memegang sembarangan. Pengetahuan tersebut tidak cukup menuntun anak bersikap dan berperilaku lebih baik, menghadapi lingkungan yang terus berkembang,” paparnya.

Edukasi seks, kata Jane, sebenarnya tidak hanya terdiri atas kerugian berhubungan seks pada usia dini. Di dalamnya juga termasuk menjaga organ seksual dari ancaman orang lain dan memeliharanya agar tetap sehat.

Untuk pendidikan seks di sekolah, kata Jane, seharusnya tak hanya terdiri atas pengetahuan yang memperkaya kemampuan akademik dan kognitif anak. Pendidikan ini harus diperkaya pengetahuan yang membuat anak bisa bersikap dewasa, sesuai perkembangan kemampuan seksnya.

Pendidikan ini juga harus cukup membuat anak berperilaku lebih baik, menyikapi lingkungan sekeliling yang terkadang menularkan norma dan sikap tidak patut dicontoh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.