Penelitian: Medan Magnet Dapat Atasi Kecanduan Rokok

Kompas.com - 18/11/2013, 04:43 WIB
Parlemen Eropa sahkan undang-undang anti-rokok pertama dalam satu dekade terakhir. AFPParlemen Eropa sahkan undang-undang anti-rokok pertama dalam satu dekade terakhir.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JERUSALEM, KOMPAS.com — Penggunaan medan magnet untuk mengubah aktivitas otak kemungkinan dapat membantu beberapa orang berhenti merokok. Kemungkinan ini merujuk pada sebuah studi awal.

Para peneliti mengatakan, mereka menggunakan apa yang disebut dengan stimulasi magnetik transkranial (TMS) untuk "membatalkan" pengaruh kecanduan nikotin yang terjadi di otak.

Mereka mengatakan, TMS dapat merangsang neuron mengubah fungsi otak dan telah digunakan pada beberapa pasien penderita depresi.

Tim peneliti di Universitas Ben Gurion di Israel menargetkan medan magnet di dua daerah otak yang berhubungan dengan kecanduan nikotin-korteks prefrontal dan korteks insula.

Sedikitnya 115 perokok yang ambil bagian dalam penelitian ini dibagi ke dalam tiga kelompok dan selama 13 hari mereka diberi TMS frekuensi tinggi, TMS frekuensi rendah, dan tanpa pengobatan sama sekali.

Mereka mendapatkan para relawan yang diberikan TMS frekuensi tinggi lebih cenderung berhenti merokok pada akhir studi selama enam bulan ini.

Keberhasilan tertinggi datang ketika peserta juga ditunjukkan gambar-gambar rokok yang menyala sementara memiliki terapi magnet—ketiga telah berhenti setelah enam bulan.

Para peneliti berpendapat terapi dapat mengubah respons yang tertanam otak terkait rokok.

Perlu penelitian lanjutan

Temuan itu dipresentasikan pada konferensi Neuroscience 2013. Teknik ini diperkirakan bisa membantu orang mengurangi merokok atau berhenti sama sekali.

Meski demikian, percobaan lebih lanjut masih tetap perlu dilakukan sebelum teknik ini bisa direkomendasikan sebagai terapi.

Dr Abraham Zangen, dari Ben Gurion University, mengatakan, penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan otak akibat merokok kronis dapat dicegah. "Kita tahu bahwa banyak perokok ingin berhenti atau mengurangi dan ini bisa membantu."

Sementara Dr Chris Chambers yang mengkhususkan diri dalam TMS di Cardiff University mengatakan kepada BBC, "Ini adalah penelitian yang rapi, terkendali dengan baik."

"Kontribusi utamanya adalah untuk menambah semakin banyak bukti bahwa stimulasi otak bila diterapkan pada bagian-bagian tertentu dari lobus frontal, dapat meningkatkan kemampuan kita untuk mengatasi kecanduan."


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X