Kompas.com - 12/03/2014, 12:00 WIB
Ilustrasi: Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia memandu siswa sekolah tentang menggosok gigi yang benar saat peluncuran gerakan 21 Hari Tari dan Sikat Gigi di SD Negeri Buaran 1 dan 2, Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (11/3/2012).  Kompas/Heru Sri Kumoro (KUM)Ilustrasi: Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia memandu siswa sekolah tentang menggosok gigi yang benar saat peluncuran gerakan 21 Hari Tari dan Sikat Gigi di SD Negeri Buaran 1 dan 2, Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (11/3/2012).
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com – Anak yang terhindar dari berbagai infeksi penyakit karena menjaga kesehatannya, termasuk kebersihan gigi, bisa memiliki kualitas hidup baik. Dengan begitu, anak tak terganggu proses belajarnya dan berbagai prestasi pun bisa diraih. Sayangnya, kesehatan gigi masih menjadi masalah pada anak, terutama masalah gigi berlubang.

Masalah kesehatan gigi ini menjadi perhatian pemerintah Kota Bandung. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyana Raksanegara, mengatakan, kesehatan gigi juga menjadi masalah terbesar yang mengintai anak usia 5-18 tahun, yang mencapai seperempat dari 2,6 juta warga Kota Bandung. Masalah kesehatan gigi masuk dalam 20 besar penyakit yang dihadapi warga Bandung.


“Anak adalah agent of change. Kalau anak sudah mau menjaga kebersihan maka orang-orang terdekat pasti akan mengikutinya sehingga kualitas masyarakat menjadi lebih baik. Termasuk untuk kebersihan gigi,” kata Ahyana, pada peresmian School Program bersama Pepsodent, di Bandung, Selasa (11/3/2014).

Gigi berlubang
Masalah kesehatan gigi anak di Kota Bandung terungkap dari data penjaringan kesehatan pada 2013. Data tersebut menunjukkan 55 persen warga mengalami masalah gigi. Data ini juga mengindikasikan lebih dari 20 persen pengunjung puskesmas, atau lebih dari 1,5 juta anak menderita masalah kesehatan gigi.
 
Penelitian pada 2013 oleh Politeknik Kesehatan Bandung Jurusan Keperawatan Gigi mendukung data tersebut. Riset yang dilakukan terhadap murid sekolah dasar dengan cakupan wilayah provinsi Jawa Barat menunjukkan, indeks DMF mencapai 0,5.
 
Indeks DMF 0,5 mengindikasikan 1 dari 2 anak memiliki gigi tetap yang berlubang. Indeks DMF mencakup gigi berlubang (caries) yang mencapai 82,03 persen. DMF sendiri merupakan indeks yang memperkirakan gigi yang tanggal, ditambal, dan lapuk.
 
Kesehatan gigi juga menjadi masalah nasional. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, sebanyak 25,9 persen masyarakat Indonesia mengalami masalah gigi. Data juga menunjukkan indeks DMF-T mencapai 4,6 yang mengindikasikan 460 kerusakan gigi pada 100 orang. Masalah umum yang dihadapi adalah gigi berlubang.
 
Berdasarkan data tersebut maka kesehatan gigi tak bisa lagi disepelekan. Rajin sikat gigi menjadi cara efektif mencegah kerusakan yang akan meningkatkan kualitas hidup. Pentingnya kesehatan gigi juga dikatakan dokter cilik Ahmad Lutfi Maulidan atau Zidan (11), yang duduk di kelas 6 SDN 32 Griba Antapani Bandung.

“Kalau rajin sikat gigi belajar tidak terganggu, prestasi jadi membaik,” ujarnya.

 
School program
Untuk mencegah masalah gigi, program edukasi yang berfokus pada pencegahan menjadi pilihan solusinya. Salah satunya school program yang merupakan program kolaborasi swasta dan pemerintah, untuk mendidik masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dengan mengaktifkan kembali Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS).

Untuk wilayah Jawa Barat, program ini sudah memasuki tahun ketujuh yang menyasar 26 kota dan kabupaten di seluruh Jawa Barat. Program ini diharapkan bisa menjangkau 981 UKGS dan 500 ribu anak yang ada di provinsi Jawa Barat, untuk mengedukasi pentingnya gosok gigi dua kali sehari, dengan durasi kurang lebih dua menit.

 
“Program ini juga ada di seluruh Indonesia, misalnya di Jawa Timur, tentunya bekerja sama dengan PDGI, Poltekes, atau fakultas kedokteran gigi. Untuk Jawa Barat beberapa kota pernah menerima pelatihan yang sama, namun diulang untuk meningkatkan efektivitas dan jangkauan program,” kata Professional Relationship Manager Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk, Ratu Mirah Afifah.
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Gigi Bengkok
Gigi Bengkok
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Health
Darah Haid Menggumpal

Darah Haid Menggumpal

Penyakit
4 Cara Mengobati Aterosklerosis Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

4 Cara Mengobati Aterosklerosis Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Health
Nyeri Kronis

Nyeri Kronis

Penyakit
Kenapa Kolesterol LDL Tidak Boleh Tinggi?

Kenapa Kolesterol LDL Tidak Boleh Tinggi?

Health
Rosacea

Rosacea

Penyakit
8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Bradikardia

Bradikardia

Penyakit
10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

Health
Gangguan Sendi Rahang

Gangguan Sendi Rahang

Penyakit
Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Health
Cacar Api

Cacar Api

Penyakit
7 Efek Gagal Jantung dan Cara Mencegahnya

7 Efek Gagal Jantung dan Cara Mencegahnya

Health
Ptosis

Ptosis

Penyakit
9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.