Kompas.com - 14/03/2014, 12:34 WIB
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com – Olahraga wajib dilakukan semua kalangan, termasuk ibu hamil. Tentunya tidak sembarang olahraga bisa dilakukan ibu yang tengah mengandung.
 
“Olahraga untuk ibu hamil yang penting teratur dan tidak terlalu berat. Olahraga saat hamil untuk memasikan ibu dan janin tetap sehat,” kata dokter ahli kandungan dan kehamilan, Ridwan, dalam kelas parenting New Parent Academy (NPA) Batch II di Jakarta.  Kelas NPA Batch II berlangsung setiap Minggu hingga 30 Maret 2014.
 
Berikut pedoman olahraga untuk ibu hamil supaya tetap sehat hingga persalinan:
 
* Lakukan teratur lengkap dengan pemanasan dan pendinginan
Olahraga ringan dan teratur selama beberapa hari dalam seminggu lebih direkomendasikan, daripada frekuensi jarang namun berintensitas tinggi. Sebelum dan setelah olahraga, ibu hamil harus melakukan pemanasan serta pendinginan selama 5-10 menit. Durasi olahraga pada ibu hamil sehat sebaiknya dilakukan selama 30 menit.
 
* Jangan memaksakan diri
Ibu hamil sebaiknya segera berhenti olahraga bila merasa pusing, napas pendek, dan lelah. Ibu hamil juga sebaiknya tidak olahraga bila demam lebih dari 37,8 derajat Celcius. Selain itu pastikan detak jantung tidak lebih dari 140 per menit saat puncak aktivitas, untuk menjamin kesehatan ibu hamil dan janin.
 
Sebelum berolahraga, ibu hamil harus menggunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Kenakan juga pakaian dalam yang bisa menyokong payudara yang membesar. Selain itu pastikan mengonsumsi cukup air sebelum, selama, dan setelah berolahraga.
 
* Awasi gerakan dan lokasi olahraga
Pada trimester dua dan tiga sebaiknya ibu hamil tidak berolahraga dalam kondisi telentang. Posisi ini dapat mengurangi masuknya oksigen pada janin, dan meningkatkan risiko terjadinya keguguran.
 
Untuk lokasi, ibu hamil pada trimester satu sebaiknya tidak berolahraga di lokasi bersuhu lebih dari 38 derajat Celcius yang relatif panas dan lembab. Lokasi ini misalnya sauna, hot tub, atau whirlpool. Suhu terlalu panas menyebabkan hipertermia pada ibu hamil yang bisa mengakibatkan bayi lahir dengan cacat bawaan.
 
Olahraga teratur memperkuat otot, tulang, dan jaringan ikat yang diperlukan selama proses persalinan. Olahraga juga membantu ibu hamil memperbaiki postur tubuh sehingga membantu mengurangi sakit pinggang, konstipasi, kembung, dan bengkak.
 
Selain itu olahraga akan membantu ibu hamil tidur nyenyak, memperbaiki mood, dan mencegah terjadinya diabetes selama kehamilan.

”Pada akhirnya olahraga akan meningkatkan energi ibu hamil, sehingga memudahkan proses persalinan,” kata Ridwan.


 
     
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.