Kompas.com - 20/03/2014, 12:04 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Pola asuh yang diterapkan setiap orangtua tak selalu sama dalam setiap keluarga. Setiap pola asuh memiliki dampak yang berbeda-beda pada anak. Namun ternyata ada kecenderungan pola asuh tertentu dalam keluarga yang mempengaruhi berat badan anak.

Sebuah studi baru menunjukkan, pola asuh yang cenderung kaku, seperti minim dikusi dan kasih sayang akan memicu anak obesitas dibandingkan dengan pola asuh yang lebih seimbang.

Peneliti asal Kanada menemukan, laju obesitas sepertiga lebih tinggi pada anak usia 11 tahun yang diasuh dalam keluarga yang kaku terhadap aturan dan respons emosional. Dalam kelompok yang terdiri lebih dari 37.000 anak, anak-anak ini cenderung memiliki berat badan lebih tinggi dibanding anak yang diasuh dalam pola asuh lebih terbuka.

"Pola asuh terbuka sudah diketahui paling baik bagi kesehatan anak. Temuan ini membuktikan, dari segi obesitas pun, pola asuh terbuka lebih baik daripada pola asuh kaku," ujar penulis studi Lisa Kakinami, ahli epidemiologi di McGill University, Montreal Kanada.

Menurut Kakinami, orangtua dengan pola asuh kaku cenderung membuat anak berperilaku berisiko. Kendati demikian, hubungan tersebut tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.

Indonesia merupakan negara dengan tingkat obesitas pada anak yang cukup tinggi, khususnya di kota-kota besar. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2010, prevalensi kegemukan pada anak balita secara nasional 14 persen. Terjadi peningkatan dibanding hasil riset serupa tahun 2007, yakni 12,2 persen. Prevalensi itu berdasarkan berat dan tinggi badan.

Kakinami dan timnya menemukan, anak usia 2-5 tahun yang orangtuanya menerapkan pola asuh kaku berisiko 30 persen lebih tinggi  mengalami obesitas dibanding anak dari orangtua yang menerapkan pola asuh terbuka. Pada anak usia 6-11 tahun, laju obesitasnya bahkan 37 persen lebih tinggi pada kelompok dengan pola asuh kaku.

Dr Stephen Daniels, dokter anak dan kepala departemen kesehatan anak di Children's Hospital Colorado mengatakan, dokter anak dan tenaga kesehatan lain telah lama ingin tahu pengaruh pola asuh terhadap risiko obesitas dan perilaku kesehatan.

"Studi ini menunjukkan pola asuh tertentu dapat memberikan pengaruh besar. Maka ini adalah hasil yang baru, menarik, dan berguna," ujarnya yang tidak terlibat dengan penelitian.

Kendati demikian, tim peneliti mengakui hasil studi ini tidak dapat mengidentifikasi secara langusung alasan pola asuh kaku dapat memicu obesitas pada anak. Selain itu, mereka juga menekankan pada perlunya studi lanjutan untuk mengetahui dampak jangka panjang pola asuh kaku terhadap berat badan anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber HEALTHDAY
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.