Kompas.com - 26/03/2014, 15:50 WIB
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com — Apakah kegemukan pada suami menyebabkan gangguan kesuburan yang memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma sehingga menyebabkan istri sulit hamil?

Seksolog dan spesialis andrologi, Wimpie Pangkahila, mengatakan, masalah kegemukan yang dialami suami memang dapat menjadi penyebab gangguan kesuburan.

Ia melanjutkan, berbagai gangguan atau penyakit dapat mengakibatkan kegemukan, antara lain kekurangan hormon testosteron. Padahal, hormon testosteron antara lain diperlukan untuk produksi sperma.

Sementara mengenai jumlah sperma yang tidak terlalu banyak, mungkin saja benar bisa memengaruhi peluang terjadinya kehamilan, tetapi mungkin juga tidak benar. Untuk memastikan, tentu diperlukan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan sperma.

Analisis sperma, kata Wimpie, tidak hanya untuk volumenya, tetapi juga meliputi warna, bau, jumlah sel, gerakan, dan bentuknya. Karenanya, pasangan suami istri perlu mendapat pemeriksaan untuk mengevaluasi kesuburan. Dengan demikian, kalau ada gangguan, dapat segera diatasi.

Perlu dipahami bahwa untuk terjadinya kehamilan diperlukan kesuburan yang baik pada suami dan istri. Selain itu, hubungan seksual harus dilakukan pada saat istri subur. Karena itu, hubungan seksual harus teratur agar pada suatu saat hubungan seksual berlangsung ketika istri subur.

Kalau hubungan seksual tidak teratur, maka harus diatur agar dilakukan pada saat istri mengalami saat subur. Untuk mengetahui apakah keadaan kesuburan baik atau tidak, harus dilakukan pemeriksaan khusus, baik pada suami maupun istri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.