Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/04/2014, 09:45 WIB
Unoviana Kartika

Penulis

 

KOMPAS.com -
Kehamilan merupakan proses penting terciptanya seorang individu. Karena itu, kehamilan dapat dikatakan sebagai sebuah investasi dalam mencetak sumber daya manusia yang sehat, bermutu, dan produktif.
 
"Kehamilan merupakan investasi sumber daya manusia yang sangat tinggi nilainya sehingga perlu dijaga dengan baik," ucap Wakil Menteri Kesehatan RI Ali Ghufron Mukti dalam konferensi pers peluncuran Kampanye Peduli Kesehatan Ibu di Jakarta, Senin (28/4/2014).
 
Ia menjelaskan, saat dalam kandungan, seorang individu mengalami perkembangan yang sangat pesat, termasuk organ-organ vital misalnya otak. Kehamilan yang baik akan membentuk individu yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
 
Menurutnya, investasi yang dilakukan meliputi gizi, waktu, perhatian. Dan pemberi investasi bisa berasal dari ibu, suami, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya. 
 
"Diharapkan dengan investasi tersebut, bayi yang dikandung kelak tidak hanya sehat dan berkualitas secara fisik, tetapi juga pada kemampuan yang lain," kata Ali Ghufron.
 
Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemeterian RI Anung Sugihantono mengatakan, investasi juga perlu dilakukan di tatanan regulasi. Misalnya pemerintah telah menetapkan adanya cuti hamil.
 
"Ini membuktikan seorang ibu yang sedang hamil perlu mendapatkan perhatian lebih. Tujuannya, supaya generasi mendatang lebih baik daripada saat ini," katanya.
 
Anung menjelaskan, konsep pentingnya perhatian pada ibu hamil ini berhubungan juga dengan perubahan pola pikir dan pola sikap dalam pembentukan sebuah keluarga. "Kehamilan itu merupakan sebuah proses yang harus direncanakan, supaya persiapan maupun prosesnya mendapatkan perhatian yang cukup," ujarnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com