Aktivitas Harian yang Tingkatkan Risiko Gangguan Saraf

Kompas.com - 07/06/2014, 14:41 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Gaya hidup modern berisiko untuk terjadinya kerusakan saraf tepi atau yang juga dikenal dengan istilah neuropati. Kerusakan saraf tepi yang dibiarkan akan mengakibatkan komplikasi yang tidak ringan. Ada banyak cara untuk mencegahnya.
 
Dokter spesialis saraf Manfaluthy Hakim mengatakan, aktivitas seperti mengetik dengan gadget, mengendarai motor dan mobil, duduk dalam waktu yang lama, aktivitas dengan gerakan berulang, seperti mencuci, memasak dan menyapu, dan mengetik di komputer dapat meningkat risiko neuropati.
 
"Padahal itulah aktivitas yang kerap dilakukan masyarakat saat ini. Contoh mudahnya, sekarang siapa yang orang yang tidak punya ponsel? Bahkan satu orang bisa punya lebih dari satu dan sering menggunakannya," ujarnya dalam media workshop beberapa waktu lalu di Jakarta.
 
Kendati demikian, aktivitas-aktivitas tersebut sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang tidak mungkin dihindari. Kabar baiknya, orang masih dapat melakukan upaya-upaya supaya terhindar dari kerusakan saraf tepi. 
 
Manfaluthy menjelaskan, cukup mengonsumsi vitamin B merupakan salah satu cara untuk menghindari neuropati, khususnya vitamin neurotropik yang terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12. Vitamin tersebut didapat dari pola makanan yang lengkap dan seimbang.
 
"Namun jika pola makan yang dilakukan kurang seimbang, maka untuk mencukupi kebutuhan vitamin neurotropik dibutuhkan suplemen," kata Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) ini.
 
Vitamin neurotropik, tutur dia, dibutuhkan untuk melindungi dan membantu perbaikan kerusakan saraf. Misalnya untuk pembentukan selubung mielin yang mengelilingi dan melindungi saraf. Mielin diketahui penting untuk menyampaikan pesan dari otak ke seluruh tubuh. Jika selubung mielin rusak maka fungsi ini akan terganggu.
 
Selain itu, ia juga menyarankan supaya tidak melakukan istirahat satu hingga dua menit setelah maksimal satu jam melakukan aktivitas yang berisiko neuropati. Ia mencontohkan, melakukan peregangan tangan di sela-sela aktivitas mengetik akan membuat saraf kembali rileks.
 
Kerusakan saraf tepi dapat mengakibatkan mati rasa. Bahkan jika sudah dalam kondisi parah, penyakit ini akan menyebabkan kerusakan saraf otonom sehingga fungsi-fungsi tubuh yang digerakkan tanpa sadar, seperti jantung atau sistem pencernaan.
 
Diketahui, gejala neuropati antara lain pegal, kesemutan, kram, tangan kaku, kebas, rasa tertusuk-tusuk, dan terbakar. Gejala umumnya terjadi di bagian ujung-ujung tubuh, misalnya pada kaki atau tangan.
 
 
 


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X