Kompas.com - 13/08/2014, 16:20 WIB
EditorLusia Kus Anna

Beragam teknologi

Sejauh ini, operasi mata merupakan satu-satunya jalan untuk sembuh dari katarak. Selama ini, operasi katarak terbukti hanya memiliki risiko komplikasi 1 persen meski dengan bedah pisau. Namun, jika takut dengan pisau bedah, penderita kini punya pilihan untuk menghindarinya dengan teknologi laser.

Teknologi operasi katarak terus berkembang. Teknologi pertama adalah operasi katarak manual, terdiri dari bedah ekstraksi katarak intrakapsul (ICCE) dan bedah ekstraksi katarak ekstrakapsul (ECCE). Pada ICCE, dokter mengeluarkan lensa mata pasien tanpa memberi lensa tanam untuk pengganti sehingga pasien terbantu melihat dengan memakai kacamata.

Dengan metode ECCE, lensa tanam dimasukkan ke kapsul mata guna mengganti lensa yang katarak. Pada kedua metode itu, sayatan kornea dibuat sekitar 1 sentimeter, menyesuaikan dengan ukuran lensa, dan perlu beberapa jahitan.
Minimal invasif

Kemudian, muncul teknologi fakoemulsifikasi. Dokter spesialis mata subspesialis katarak, lasik, dan kornea JEC Kedoya, Ucok P Pasaribu, Selasa (12/8), mengatakan, fakoemulsifikasi tetap memakai pisau untuk menyayat kornea. Bedanya, sayatan jauh lebih kecil dibandingkan operasi manual, yakni 1,8-2 milimeter.

”Sayatan lebih kecil karena lensa mata tak dikeluarkan utuh. Lensa yang katarak dihancurkan lebih dulu dengan jarum tip yang terhubung ke mesin fakoemulsifikasi,” kata Ucok. Mesin itu memakai tenaga ultrasonik dengan frekuensi tinggi. Dengan teknologi itu, risiko infeksi akibat sayatan besar bisa diminimalkan, luka sayatan tak perlu dijahit.

Kini, bedah katarak bisa dibuat tanpa pisau, yakni operasi katarak dengan laser tanpa pisau bedah (bladeless laser cataract surgery). Menurut Ucok, laser untuk menyayat kornea itu berbasis teknologi Femtosecond (diaplikasikan dalam hitungan sepersejuta miliar detik).

Selain untuk menyayat, sinar laser untuk memotong lensa sebelum dihancurkan mesin fakoemulsifikasi. ”Metode ini jauh lebih aman karena dibantu sistem komputerisasi sehingga sayatan lebih presisi sesuai yang diprogramkan di komputer. Risiko infeksi pun amat kecil,” katanya.

Dengan metode tanpa pisau, dokter membuat program rencana sayatan di komputer. Dengan bantuan laser, pinggir kornea disayat selebar lebih kurang 2 mm dan memotong kapsul lensa mata (kapsulotomi). Lalu, lensa mata keruh dipotong dengan laser. Lensa yang terpotong dihancurkan dengan jarum tip yang terhubung ke mesin fakoemulsifikasi.

Hadirnya sejumlah teknologi bedah memberikan pilihan bagi pasien katarak. Apalagi kini usia penderita kian muda. (A03)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.