Kompas.com - 25/08/2014, 16:13 WIB
Ilustrasi serangan jantung ShutterstockIlustrasi serangan jantung
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Pasifik dengan kasus penyakit jantung yang paling cepat peningkatannya. Namun peningkatan jumlah kasus tak dibarengi penanganan kasus.

Dokter spesialis bedah pembuluh darah FKUI/RSCM Suhartono mengatakan, kondisi ini berbanding terbalik dengan Amerika Serikat. Jika dibandingkan beberapa tahun lalu, AS merupakan salah satu negara dengan prevalensi penyakit jantung yang tertinggi, namun kecenderungannya terus menurun.

Sementara Indonesia mengalami peningkatan jumlah prevalensi penyakit jantung hingga sepertiga dari jumlah total kasus penyakit jantung di AS. Namun jumlah penanganan terkait penyakit jantung di Indonesia baru 10 persen dari total penanganan di AS.

"Artinya dengan jumlah kasus yang cukup banyak bahkan meningkat, penanganannya sangat jauh tertinggal," ujarnya di sela-sela seminar bertajuk "Vascular in a Glance, Knowing The Risks and The Prompt Treatments" di Tangerang Selatan, Sabtu (23/8/2014).

Ketertinggalan ini diperkirakan terjadi karena masih kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia, khususnya dalam urusan memperbaiki gaya hidup yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Dampaknya, pengembangan teknologi dan sumber daya manusia yang mendukung penanganan penyakit jantung pun masih tertinggal.

Meski begitu, dunia kedokteran di Indonesia terus membenahi diri di bidang teknologi dan sumber daya manusia. Namun bila pembenahan ini tidak diikuti oleh kesadaran masyarakatnya untuk mencari pengobatan saat mengalami penyakit jantung, akan sulit untuk mengimbangi kemajuan dunia kedokteran terkait penyakit jantung.

"Kecenderungan saat ini, masyarakat menengah ke bawah tidak mampu mendapat penanganan, sementara yang mampu malah berobat ke luar negeri. Maka tidak heran, perkembangan teknologi di luar negeri cepat sekali," tutur Suhartono.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun berharap, penanganan di bidang penyakit jantung di Indonesia juga dapat berkembang dengan cepat, salah satunya dengan membuat rumah sakit Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pes
Pes
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.