Kompas.com - 25/09/2014, 14:23 WIB
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS — Penggunaan obat antibiotik tak rasional kian marak. Untuk itu, Komite Farmasi Nasional akan bekerja sama dengan asosiasi profesi dan institusi pendidikan farmasi guna meningkatkan pemahaman dan kedisiplinan tenaga kesehatan bidang farmasi terkait pemberian antibiotik.

Menurut Ketua Umum Komite Farmasi Nasional Purwadi, pihaknya akan mengkaji implementasi kurikulum pendidikan farmasi terkait pemahaman para apoteker atas kerasionalan antibiotik. Itu akan dilakukan bersama asosiasi profesi, pendidikan tinggi farmasi, serta pendidikan diploma dan menengah farmasi.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dalam sambutannya saat melantik jajaran Komite Farmasi Nasional, Selasa (23/9), di Jakarta, menyatakan, aturan yang ada jelas menyebutkan, penggunaan dan penjualan antibiotik tak boleh sembarangan. Sebab, pemakaian antibiotik tak rasional akan mengakibatkan resistensi penyebab penyakit pada antibiotik.

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, sekitar 86,1 persen rumah tangga menyimpan antibiotik tanpa resep. Hal itu menunjukkan ketidakdisiplinan tenaga kesehatan dalam memberikan antibiotik. ”Kedisiplinan tenaga farmasi perlu ditingkatkan. Sanksi tak berjalan karena pengawasan lemah,” ujarnya.

Hasil riset ”Antimirobial Resistance” di Indonesia pada 2011, dari 2.494 responden, ditemukan resistensi Escherichia coli terhadap antibiotik pada 43 persen responden. Hal serupa ditemukan pada bakteri penyebab tuberkulosis. Kondisi itu terjadi karena ketidakpatuhan pemakaian antibiotik. Untuk itu, apoteker dan asisten apoteker diimbau mengingatkan pasien agar menghabiskan antibiotik yang diresepkan.

Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia Nurul Falah Eddy Pariang mengatakan, institusi pendidikan farmasi mengajarkan siswa tidak memberikan antibiotik jika tak diresepkan. Kini, pihaknya menyusun pedoman disiplin pemberian antibiotik, termasuk sanksi pencabutan sertifikat kompetensi apoteker. (A04)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber KOMPAS

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.