Kompas.com - 18/10/2014, 16:10 WIB
EditorLusia Kus Anna

Karena itu, ia tak menyarankan membeli sepatu hanya berdasarkan merek dan model. Sebab, merek sepatu premium belum tentu cocok dengan semua jenis lekukan kaki. Orang yang telapak kakinya cenderung rata harus memilih sepatu dengan pijakan rata. Sebaliknya, orang dengan telapak kaki melengkung sebaiknya memilih sepatu dengan pijakan mengikuti lengkung kaki.

Ia memberi contoh pengalamannya membeli sepatu merek premium. Ketika sepatu itu dipakai, ia justru selalu merasa sakit di bagian kaki. Rasa nyeri itu baru berhenti ketika ia memakai sepatu merek lain.

Bukan sekadar rasa sakit, salah memilih sepatu juga bisa menyebabkan cedera, seperti cedera tumit dan pegal. ”Kalau pegal di kaki dibiarkan bisa menjalar hingga betis dan lutut, bahkan sampai pinggang. Untuk menyembuhkannya butuh waktu lama,” kata Monica.

Sementara itu, Denny Mayer, anggota komunitas lari Chubby Runners, yang setahun terakhir menekuni olahraga lari mengatakan, salah memilih sepatu bisa memicu cedera, seperti runner’s knee. Cedera itu menimbulkan rasa sakit seperti tertusuk pisau di bawah lutut. Cedera lain yang bisa timbul adalah sakit di tulang kering.

Selain pemilihan sepatu, gaya lari pun bisa menyebabkan cedera. Kepala Bidang Kesehatan Olahragawan Nasional Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Kesehatan Olahraga Nasional Kementerian Pemuda dan Olahraga I Nyoman Winata mengatakan, orang yang akan berolahraga lari sebaiknya lebih dulu memeriksakan kondisi kesehatannya.

”Kalau baru sembuh, kerap sakit di dada, atau kena hipertensi, misalnya, lebih baik jangan berlari dulu,” kata Nyoman yang juga dokter spesialis kedokteran olahraga. Kemampuan lari awal seseorang umumnya 60 persen dari denyut nadi maksimal. Cara mengukur denyut maksimal adalah 220 dikurangi usia. Kemampuan itu bisa ditingkatkan, tetapi butuh waktu bertahap.

Waktu lari

Menurut Nyoman, tak ada pengaruh khusus terkait waktu lari, baik pagi atau malam. Sebab, lari malam justru jadi kompensasi bagi mereka yang sulit menemukan waktu berlari pagi.

”Yang penting bagaimana si pelari itu menyiasati situasi. Kalau malam berebut oksigen dengan pepohonan, mereka bisa cari area yang tak banyak tanaman,” kata Nyoman. Hal terpenting adalah mencari aktivitas yang membuat badan bergerak.

Orang yang berolahraga lari disarankan tak terburu-buru saat berlari atau tergesa-gesa memperbaiki catatan waktu. Jika terburu-buru menambah catatan waktu, hal itu berisiko menimbulkan cedera dan mengurangi kenikmatan berlari.

Dalam memoarnya, What I Talk about When I Talk about Running (Yang Saya Bicarakan Saat Berbicara tentang Lari), novelis Jepang Haruki Murakami yang menekuni olahraga lari mengatakan, setiap pelari biasa (non-atlet) termotivasi oleh tujuan individual.

Bahkan, saat gagal mencapai waktu terbaik, selama ia puas dengan dirinya sendiri—merasa menemukan sesuatu yang baru dalam dirinya—itu menjadi pencapaian tersendiri dan bekal saat ia akan kembali berlari. (A01)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber KOMPAS
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.