Kompas.com - 31/10/2014, 19:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Rematik merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh manusia. Penyakit rematik dikenal lebih dari 100 jenis dengan gejala yang mirip satu sama lain. Salah satu penyakit rematik yang cukup serius adalah Artritis Reumatoid (AR).

AR dapat menyebabkan penderitanya mengalami kecacatan, seperti jari tangan dan bagian kaki yang kaku. Kekakuan itu membuat seseorang tidak bisa berjalan maupun menjalankan fungsi pada tangannya.

"Kalau sudah parah, angkat gelas atau pegang kerupuk saja tidak bisa. Kalau pada bagian kaki akan sulit berjalan. Enggak bisa apa-apa," ujar dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan reumatologi, Handono Kalim, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Handono menjelaskan, AR juga bisa membuat penderitanya mengalami nyeri sendi setiap hari. Kualitas hidup penderitanya menjadi menurun karena tidak bisa melakukan pekerjaan apa pun dan menyebabkan kematian dini.

Sayangnya masih banyak yang abai dengan gejala rematik karena dianggap penyakit biasa. Padahal, bisa saja gejala itu merupakan penyakit AR. Handono mengatakan, banyak pasien yang datang berobat ketika sudah mengalami kekakuan cukup parah sehingga sulit diobati.

AR merupakan penyakit autoimun yang menyerang persendian. Penyakit ini juga belum bisa disembuhkan. Namun, bisa dicegah dengan konsumsi obat. Konsumsi obat mampu mencegah bagian tubuh bertambah kaku maupun mencegah penyebaran penyakit pada bagian lain dari tubuh.

"Kalau sudah kaku enggak bisa kembali seperti semula misalnya lurus lagi. Tetapi bisa dicegah agar tidak bertambah kaku. Makanya harus segera diobati," terang Ketua Perhimpunan Reumatologi Indonesia ini.

Konsumsi obat pun harus dilakukan seumur hidup dengan dosis yang disesuaikan. Untuk mencegah kelumpuhan maupun cacat karena AR, segera obati sejak dini jika menemukan gejala rematik. "Jauh lebih mudah disembuhkan sebelum 3 bulan dari ditemukannya gejala itu. Jadi tidak memburuk kondisinya," ujarnya.

Gejala AR diantaranya persendian terasa sakit dan biasanya disertai rasa panas, kemerahan, nyeri, dan bengkak. Sendi juga terasa kaku setiap pagi hari dan berlangsung cukup lama, yaitu sekitar 6 minggu. Karenanya lakukan deteksi dini.

Untuk mengetahui apakah Anda menderita AR, lakukan pemeriksaan sendiri pada sendi. Lakukan pengecekan apakah bagian sendi pergelangan tangan dan buku-buku jari bengkak, merah, atau terasa hangat.

Biasanya peradangan atau bengkak terjadi pada kedua tangan. Kemudian remas sendi pergelangan tangan maupun kaki. Jika menderita AR, maka akan terasa nyeri karena sendi mengalami peradangan.

Selain itu, lakukan pemeriksaan laboratorium untuk memperkuat diagnosis. Pemeriksaan radiologis dengan foto rontgen sederhana, ultrasonografi, MRI, atau pencitraan nuklir juga dapat dilakukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.