Kompas.com - 04/11/2014, 07:05 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Indonesia menghadapi ancaman nyata pandemi diabetes. Diperkirakan pada tahun 2035, jumlah penduduk Indonesia yang hidup dengan diabetes mencapai 14,1 juta, di mana dua pertiga di antaranya bermukim di perkotaan dan sisanya tinggal di pedesaan.

Faktor penyebab diabetes, menurut Susanne Stormer Vice President for Corporate Sustainability Novo Nordisk, disebabkan karena kombinasi berbagai faktor, termasuk genetik dan gaya hidup tidak sehat.

"Saat orang pindah ke kota, gaya hidupnya berubah. Pola hidup kurang bergerak, stres, dan makanan yang tidak sehat, adalah gaya hidup yang dimiliki kaum urban. Mereka lebih rentan diabetes," katanya dalam acara temu media di kediaman Duta Besar Denmark untuk Indonesia di Jakarta (3/11/14).

Padahal, diabetes merupakan penyakit kronik yang akan diderita seumur hidup. "Terbatasnya akses terhadap pengobatan dan kesadaran akan penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi. Jika isu ini tidak direspon bisa menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi," kata Sandeep Sur, Direktur Novo Nordisk, dalam acara yang sama.

Penelitian menunjukkan, sekitar 11 persen biaya kesehatan di dunia dihabiskan untuk mengatasi diabetes. Seharusnya anggaran tersebut bisa ditekan jika diabetes dirawat dengan baik sehingga tak menimbulkan komplikasi.

"Data yang dimiliki PT.Askes menunjukkan, tiga penyakit yang menyebabkan pengeluaran kesehatan paling besar di Indonesia adalah diabetes, kanker, dan hipertensi," ungkap Sandeep.

Jika peningkatan jumlah pasien diabetes tersebut tidak diantisipasi, dikhawatirkan bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi. "Pemerintah harus membiayai kesehatan yang mahal, harus membangun lebih banyak rumah sakit, menyediakan dokter, dan pengeluaran lainnya," ujarnya.

Untuk menanggapi isu-isu diabetes, Novo Nordisk, perusahaan farmasi yang fokus pada perawatan diabetes, akan mengadakan acara Indonesia Diabetes Leadership Forum bertajuk Fight Urban Diabetes di Jakarta pada 13 November 2013.

Dalam forum diskusi tersebut akan dibahas berbagai hal mulai dari komitmen dan kolaborasi dalam rangka pencegahan, deteksi dini, dan penanganan diabetes di Indonesia. Acara tersebut rencananya akan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, seperti Gubernur DKI Jakarta, Menteri Kesehatan, dan para pakar kesehatan masyarakat.

Stormer mengatakan, forum diskusi serupa juga pernah digelar di beberapa negara, seperti Meksiko, India, dan Kopenhagen, Denmark. "Dari forum semacam ini diharapkan bisa muncul tips yang konkret di tingkat lokal yang menarik dan mudah, sehingga akan menjadikan warga kota ini lebih sehat dan bahagia," ujarnya.

Ia mencontohkan komitmen yang diciptakan dari forum serupa di Meksiko, misalnya pelarangan penjualan softdrink di sekolah. "Di Kopenhagen kami mendorong orang-orang untuk lebih banyak memakai sepeda sebagai alat transportasi," katanya.

Kota yang mendukung pencegahan diabetes, menurut Stormer, misalnya menciptakan lingkungan yang bebas rokok, penduduk mudah mendapatkan bahan pangan sehat, atau membuat sistem transportasi yang efisien dan membuat warganya lebih banyak bergerak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.