Kompas.com - 01/12/2014, 12:02 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com – Seluruh dunia memperingati Hari AIDS setiap 1 Desember. Meski penyakit ini tidak bisa disembuhkan, tapi penularannya bisa dicegah. Penyakit yang memiliki stigma akibat "perilaku tidak bermoral" ini ternyata cukup banyak diderita para ibu rumahtangga.

Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga September 2014, pengidap HIV/AIDS di Indonesia sebanyak 54 persen laki-laki dan perempuan 29 persen. Sementara itu 17 % tidak melaporkan jenis kelamin. Dari 29 persen tersebut, kebanyakan adalah ibu rumah tangga, yaitu mencapai 6.539 orang.

“Jumlah AIDS tertinggi adalah pada ibu rumah tangga. Faktor risiko penularan terbanyak melalui heteroseksual yaitu 61,5 persen, diikuti penularan melalui perinatal (kelahiran) 2,7 persen,” ujar Kepala Balitbangkes Kemenkes Tjandra Yoga Aditama melalui siaran pers yang diterima wartawan, Minggu (30/11/2014).

Sejumlah ibu rumah tangga tersebut banyak tertular virus HIV dari suaminya yang pernah berhubungan seksual dengan pekerja seks atau memakai jarum suntik tidak steril. Untuk mecegah terjadinya penularan HIV pada perempuan di usia reproduksi, pemerintah pun mensosialisasikan prinsip ABCD, yaitu Absen seks, Bersikap saling setia, Cegah dengan kondom, Dilarang menggunakan Napza.

Para ibu yang positif HIV juga tak perlu takut hamil atau mempunyai anak. Saat ini program pencegahan penularan ibu ke anak (PPIA) terus dilakukan. Kepada ibu hamil, petugas kesehatan wajib menawarkan tes HIV. Jika positif, para ibu bisa melakukan tes dan konseling HIV/AIDS, pemberian terapi antiretroviral (ARV) yang akan dipantau.

Jika diketahui lebih awal, risiko penularan dari ibu hamil positif HIV ke bayinya sangat rendah dengan pemberian ARV. Bahkan, ibu hamil positif HIV tetap bisa menyusui anakya tanpa risiko penularan.

“Kebijakan Kemkes saat ini adalah ibu hamil positif HIV untuk segera di berikan ARV tanpa melihat berapapun nilai CD4-nya,” ujar Tjandra.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah itu, pemeriksaan rutin harus dilakukan hingga masa persalinan Ibu hamil juga akan diberi edukasi manajemen laksatasi yang baik untuk mencegah lecet dan radang payudara. Jika puting sedang lecet atau luka, maka ASI tidak bisa diberikan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Health
Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Health
Gangguan Makan

Gangguan Makan

Penyakit
Cara Meredakan Sakit Akibat Gigi Bungsu Tumbuh

Cara Meredakan Sakit Akibat Gigi Bungsu Tumbuh

Health
5 Hal yang Bisa Membuat Gula Darah Melonjak

5 Hal yang Bisa Membuat Gula Darah Melonjak

Health
Iktiosis

Iktiosis

Penyakit
Kenali Pendarahan Implantasi, Tanda-tanda Awal Kehamilan

Kenali Pendarahan Implantasi, Tanda-tanda Awal Kehamilan

Health
6 Cara Tingkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Hindari DBD

6 Cara Tingkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Hindari DBD

Health
Hepatitis C

Hepatitis C

Penyakit
Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Health
Achondroplasia

Achondroplasia

Penyakit
Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Health
Trikomoniasis

Trikomoniasis

Penyakit
Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Health
Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.