Kompas.com - 05/01/2015, 10:24 WIB
Ilustrasi obesitas ShutterstockIlustrasi obesitas
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com
 - Lemak dalam tubuh selalu dikaitkan dengan berat badan. Padahal, tak semua lemak buruk untuk kesehatan. Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, lapisan lemak yang berada di bawah kulit justru membantu melindungi seseorang terhadap infeksi bakteri.

Profesor Richard Gallo, dari UC San Diego School of Medicine, menemukan bahwa sel-sel lemak di bawah kulit yang dikenal dengan sel adiposit mampu memerangi bakteri. Sel lemak tersebut diketahui menghasilkan molekul yang disebut peptida antimikroba. Peptida inilah yang berperan membantu menangkis maupun memerangi bakteri dan patogen lainnya.

Bahkan, menurut Gallo, penelitian juga menunjukkan bahwa sel lemak ini dapat menghasilkan antimikroba hampir sama banyaknya dengan sel-sel darah putih yang disebut neutrofil.

"Hal itu benar-benar tak terduga. Sebelumnya tidak diketahui bahwa adiposit dapat menghasilkan antimikroba, apalagi bisa menghasilkan hampir sebanyak neutrofil," kata Gallo seperti dikutip dari LiveScience.com.

Dalam studi tersebut, peneliti menggunakan tikus percobaan yang teinfeksi bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA). Ini sejenis bakteri yang biasa ditemukan pada kulit manusia dan tahan terhadap beberapa antibiotik. Bakteri ini membuat luka sulit diobati dan membuat infeksi.

Hasil penelitian menunjukkan, sel lemak dapat lebih cepat memerangi bakteri tersebut dibanding sel darah putih berupa neutrofil. Butuh waktu bagi sel darah putih mencapai kulit yang luka. Sedangkan, sel lemak yang berada di bawah kulit langsung berada di sekitar kulit luka.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science juga menunjukkan, tikus yang kekurangan sel lemak di bawah kulit mengalami infeksi lebih sering.  Namun, bukan berarti semakin banyak lemak di tubuh akan memberikan perlindungan lebih terhadap infeksi.

Jika Anda obesitas, bisa mengakibatkan resistensi insulin yang membuat sel-sel lemak tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Resistensi insulis justru menurunkan kekebalan tubuh seseorang terhadap infeksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
Divertikulum Meckel

Divertikulum Meckel

Penyakit
8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.