Kompas.com - 27/01/2015, 13:10 WIB
shutterstock
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Rasa terbakar di dada akibat naiknya asam (heartburn) yang berlangsung lebih dari 3 minggu atau lebih sebaiknya jangan diabaikan. Para ahli menyebutkan, gejala tersebut bisa menjadi gejala kanker.

Dalam kampanye Be Clear On Cancer disebutkan, gejala heartburn yang berlangsung cukup lama seringkali gejala kanker esofagus atau kanker lambung.

Heartburn, juga dikenal dengan reflux asam lambung, adalah gangguan pencernaan yang terjadi ketika asam dan cairan lambung naik kembali ke tenggorokan. Bagian tenggorokan tidak memiliki lapisan pelindung sehingga akan terjadi peradangan akibat cairan asam itu dan menyebabkan rasa sakit.

Ciri khas heartburn antara lain rasa sakit atau sensasi terbakar di bagian dada dan tenggorokan. Rasa sakit itu bis menjalar ke belakang dan bertahan sampai empat jam. Heartburn yang berulang bisa menyebabkan kerusakan permanen pada esofagus dan membuat kesulitan menelan.

Kanker esofagus yang dideteksi sejak dini akan meningkatkan peluang keberhasilan terapi. Sekitar 67 persen orang yang terdiagnosis kanker tersebut di stadium awal bisa bertahan hidup setidaknya sampai 5 tahun.

Dalam sebuah survei di Inggris diketahui 59 persen responden tidak mengetahui bahwa heart burn yang berkepanjangan merupakan gejala kanker. Kampanye Be Clear On Cancer juga menyebutkan gejala lain yang perlu diwaspadai, yakni kesulitan menelan makanan.

Kanker lambung atau esofagus bisa diderita pria dan wanita berusia lebih dari 50 tahun. Penyakit ini bisa dipicu oleh kebiasaan merokok, kurang konsumsi sayur dan buah, kegemukan, serta kebiasaan minum alkohol.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid Bulosa

Penyakit
9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

Health
Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt

Penyakit
Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Health
Rakitis

Rakitis

Penyakit
Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Health
8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Health
6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

Health
Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Health
Cara Mengatasi Eksim di Penis

Cara Mengatasi Eksim di Penis

Health
Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim

Penyakit
6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.