Listeria, Bakteri Patogen yang Pemilih

Kompas.com - 05/02/2015, 15:22 WIB
Petugas Balai Karantina Pertanian S Sultra tengah memeriksa apel impor yang diduga mengandung bakteri, saat sidak di pasar buah Kendari. KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIPetugas Balai Karantina Pertanian S Sultra tengah memeriksa apel impor yang diduga mengandung bakteri, saat sidak di pasar buah Kendari.
EditorLusia Kus Anna

Oleh: Adhitya Ramadhan dan J Galuh Bimantara

”LISTERIA monocytogenes” yang mencemari apel jenis Gala dan Granny Smith di Amerika Serikat, telah menewaskan tujuh orang. Bakteri itu ada bebas di lingkungan sekitar kita. Dua jenis apel itu beredar di Tanah Air. Meski tak muncul kasus penyakit akibat Listeria di Indonesia, kewaspadaan tetap diperlukan.

Menurut laporan Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Sabtu (10/1), ada 32 orang dari 11 negara bagian terinfeksi Listeria monocytogenes. Sebanyak 31 pasien dirawat di rumah sakit dan ada 7 kasus kematian. Dari 28 orang yang sakit diwawancarai, 25 orang atau 89 persen di antaranya mengaku makan apel karamel komersial sebelum sakit.

Di AS, Listeria monocytogenes kerap menyebabkan penyakit. CDC mencatat, diperkirakan ada 1.600 kasus dan 260 kematian terkait infeksi Listeria monocytogenes tiap tahun di AS. Pada 2013, angka kejadian infeksi Listeria di AS rata-rata 0,26 kasus per 100.000 orang.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, M Subuh, menjelaskan, bakteri L monocytogenes menyebabkan penyakit listeriosis. Infeksi serius bisa terjadi pada bayi, anak-anak, orang lanjut usia, dan mereka dengan kekebalan tubuh lemah.

Gejala umum yang ditunjukkan penyakit itu adalah demam, nyeri otot, disertai mual ataupun diare. Jika infeksi menyebar ke sistem saraf pusat, gejala bisa meliputi sakit kepala, kaku pada leher, bingung, kehilangan keseimbangan, dan kadang kejang. Bakteri Listeria yang menyerang sistem saraf pusat bisa menyebabkan meningitis atau infeksi otak.

Pada perempuan hamil, infeksi L monocytogenes memunculkan gejala seperti flu ringan. Infeksi selama kehamilan bisa mengakibatkan keguguran, infeksi pada bayi baru lahir, ataupun bayi lahir mati. Listeriosis bisa muncul kapan saja, 3-70 hari pasca infeksi bakteri itu, biasanya setelah 21 hari.

Orang sehat juga bisa terinfeksi Listeria dengan gejala yang muncul seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut, dan diare. ”Kematian akibat infeksi Listeria 20-30 persen. Tingkat kematian akibat bakteri itu pada bayi baru lahir 25-50 persen,” kata Subuh.

Peneliti senior bidang mikrobiologi di Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Puspita Lisdiyanti, Sabtu (31/1), mengatakan, di Amerika, Kanada, dan Eropa, kasus infeksi bakteri Listeria terjadi hampir tiap tahun sejak 1955. Di Jepang, pernah satu kali wabah Listeria berasal dari ikan tuna.

Racun

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X