Kompas.com - 09/02/2015, 10:25 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com -
Mi instan termasuk salah satu jajanan kegemaran orang Indonesia. Produk ini memang memiliki kelebihan karena cara penyajian yang praktis. Cukup dimasak atau kadang hanya direndam air panas sekitar tiga menit, tambahkan bumbu siap pakai, mi rebus atau mi goreng pun siap dinikmati.

Meskipun mi instan mayoritas terdiri atas karbohidrat, namun makanan ini masih dianggap sebagai jajanan atau makanan selingan belaka. "Iya, karena orang Indonesia kan kalau belum ketemu nasi ya namanya belum makan. Baru camilan saja," ujar dr Niken Puruhita, Med Sc, SpGK.

Padahal, sebungkus mi instan mengandung kalori sebesar 350 Kkal. Demikian menurut dokter yang bertugas di SMC RS Telogorejo Semarang, RSUP Kariadi, serta dosen pada Fakultas Kedokteran Undip ini.

Sebagai perbandingan, jumlah tersebut sama dengan tujuh buah pisang ukuran sedang, atau sekitar empat lembar roti tawar kupas. Jika dibandingkan dengan nasi, 350 kalori berarti 5-6 sendok makan nasi plus sayur dan lauknya. Tidak mengherankan jika terlalu sering mengonsumsi mi instan bisa bikin gemuk , ya kan?

Dalam satu hari, orang dewasa yang aktif bekerja rata-rata membutuhkan kalori sebanyak 1.500. Dengan demikian jika setelah mengonsumsi mi instan mereka masih makan nasi beserta lauk pauknya, belum lagi snack atau camilan lain, maka kalori pun akan menumpuk.

Dilihat dari komposisinya, penyusun utama mi instan berasal dari tepung yang sangat mudah diserap oleh tubuh. Jika kalori yang menumpuk berlebihan, selanjutnya oleh tubuh akan diproses menjadi lemak. Maka tak heran jika mi instan bisa memicu kegemukan .

Dari sisi banyaknya kalori saja, apalagi jika tidak diimbangi kegiatan fisik yang cukup, sebaiknya memang menghindari bahan makanan ini. Bagaimana pun makanan yang segar tetap lebih bagus. (Tribun Jateng/Muslimah)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.