Kompas.com - 17/02/2015, 17:45 WIB
Ilustrasi Anestesi shutterstockIlustrasi Anestesi
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparingga meminta masyarakat tak perlu khawatir yang berlebihan dengan pemberian obat anestesi atau obat bius di rumah sakit, menyusul kasus meninggalnya dua pasien di Rumah Sakit Siloam Karawaci.

Seluruh obat anestesi Buvanest Spinal produksi PT Kalbe Farma itu telah ditarik dari pasaran hingga terdapat hasil investigasi secara menyeluruh.

“Masyarakat jangan terlalu risau, tidak perlu khawatir. Ini bukan seperti obat yang bisa dibeli di pasaran. Yang memberikan obat itu dokter anestesi,” ujar Roy saat dihubungi Kompas.com Selasa (17/2/2015).

Menurut Roy, BPOM telah meminta Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia hingga Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi untuk sementara menghentikan penggunaan obat Buvanest Spinal kepada pasien.

Humas RS Siloam Heppi Nurfianto menyatakan pihaknya telah melakukan pemberian obat anastesi tersebut sesuai prosedur. Hasil penyelidikan sementara, kedua pasien meninggal dunia karena mendapat suntikan Buvanest Spinal yang isinya tidak sesuai atau tertukar dengan obat lain. Sebab, pasien lain yang juga menggunakan obat bius dengan jenis dan keluaran yang sama tidak mengalami masalah.

Pasien yang meninggal yaitu, pasien yang menjalani operasi caesar dan urologi. Untuk pasien caesar, bayi yang dikandungnya selamat. Atas kejadian ini, PT Kalbe Farma telah melakukan penarikan mandiri terhadap seluruh obat Buvanest Spinal.

BPOM pun telah melakukan investigasi mendalam terkait dugaan tertukarnya isi obat Buvanest Spinal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.