Kompas.com - 26/02/2015, 09:28 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Tak semua anak bisa memakan kacang karena alergi. Namun, alergi kacang bisa dicegah. Berdasarkan penelitian terbaru, untuk mencegah anak alergi kacang justru dengan memberinya selai kacang sejak bayi. Hal ini dapat membantu melindungi anak atau mengurangi risiko alergi kacang.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 600 bayi di Inggris berusia 4 sampai 11 bulan yang berisiko tinggi terkena alergi kacang. Risiko tinggi itu pun dapat terugkap jika anak telah didiagnosis alergi telur dan terkena penyakit eksim yang diketahui berkaitan erat dengan elergi kacang.

Untuk membuktikan penelitian ini, sebagian anak-anak diberikan 6 gram selai kacang per minggu hingga usia 5 tahun.

Hasilnya, sekitar 17 persen anak-anak yang tidak diberi selai kacang justru menderita alergi kacang. Sementara itu hanya 3 persen anak-anak yang alergi kacang setelah sebelumnya rutin konsumsi selai kacang.

"Penelitian ini dapat mengubah cara kita untuk melakukan pencegahan alergi makanan," ujar dokter Anthony Fauci, Direktur US National Institute of Allergy dan Infectious Diseases yang mendanai penelitian ini.

Menurut Fauci, untuk mencegah alergi maknan bisa saja dengan pengenalan makanan itu sendiri sejak dini sehingga anak terbiasa.

Namun, penelitian ini belum jelas apakah perlindungan terhadap alergi dapat terus berlanjut jika anak-anak berhenti makan kacang. Para peneliti pun memperingatkan orangtua untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum memberikan bayi selai kacang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.