Kompas.com - 04/03/2015, 08:07 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Pola makan tinggi serat bisa meningkatkan kemampuan tubuh memetabolisme glukosa. Makanan tinggi serat antara lain adalah buah dan sayuran, oat, serta kacang-kacangan. Berikut adalah beberapa manfaat diet kaya serat untuk menurunkan risiko diabetes.

- Meningkatkan sensitivitas insulin
Beberapa penelitian menemukan bahwa pola makan tinggi serat selama seminggu atau sebulan bisa menurunkan penanda biologi resistensi insulin. Ini karena serat memiliki efek antiinflamasi.

Selain itu, asam lemak rantai pendek yang diproduksi serat ketika difermentasi dalam usus bisa menghambat dipecahnya cadangan lelmak tubuh menjadi asam lemak bebas. Dipecahnya cadangan lemak juga akan menyebabkan resistensi insulin.

- Memperlambat pelepasan glukosa ke aliran darah
Serat larut memiliki efek memperlambat proses pencernaan. Ini berarti karbohidrat yang kita makan lebih lambat dipecah menjadi glukosa. Akibatnya pelepasan glukosa dalam darah setelah kita makan bisa lebih lambat dan gula darah tidak langsung menjadi tinggi.

- Memberi sinyal ke liver untuk mengurangi glukosa
Proses fermentasi di usus yang memberi sinyal tubuh untuk lebih responsif pada insulin ternyata juga akan menekan produksi glukosa di liver.

- Membuat perut lebih kenyang
Jika kita mengonsumsi makanan tinggi serat, kita akan merasa lebih kenyang dan tidak cepat lapar di antara waktu makan. Serat larut juga memperlambat perjalanan makanan ke saluran pencernaan, sehingga nutrisi diserap lebih lambat. Ini juga bisa membuat kita merasa lebih puas setelah makan.

- Menjaga berat badan
Kebiasaan mengasup makanan tinggi serat juga bisa membuat kita lebih gampang menjaga berat badan. Makin banyak serat yang diasup, makin rendah berat badan dan lemak tubuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
Inkompatibilitas Rhesus

Inkompatibilitas Rhesus

Penyakit
Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Health
Abses Gigi

Abses Gigi

Penyakit
8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

Health
Listeriosis

Listeriosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.