Kompas.com - 10/03/2015, 12:10 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Pasca melahirkan, kebanyakan perempuan bersuka cita menyambut sang buah hati. Tetapi di balik kegembiraan itu, ada masalah lain yang dialami oleh mereka.

Penelitian menjumpai, setelah melahirkan, sejumlah perempuan menghadapi masalah terkait dengan gairah seksualnya. Dan masalahnya tidak terkait dengan proses persalinan, baik persalinan per-vagina maupun sesar. 

 
Menurut Dr. Taymour Mostafa, profesor andrologi dan seksologi di Cairo University, Mesir, pesan yang muncul untuk wanita hamil adalah bahwa disfungsi seksual, pada sejumlah aspek, bisa hadir dan tidak menetap. 
 
Kehamilan serta persalinan, seperti disebutkan Dr. Mostafa dan koleganya  dalam International Journal of Impotence Research, dapat menyebabkan perubahan fisik yang kerap menimbulkan nyeri selama hubungan seksual, mengurangi gairah, kesulitan mencapai orgasme, dan kelelahan. Sayangnya, kebanyakan perempuan dengan gangguan ini tidak meminta bantuan dari dokter, meskipun mereka menginginkannya. 
 
Periset melakukan survei terhadap 200 perempuan dengan usia rata-rata 25-30 tahun, enam minggu setelah melahirkan, kemudian 12 minggu. Sebanyak 45 persen melahirkan persalinan per-vagina dan 55 persen melakukan persalinan cesar. 
 
Enam minggu setelah melahirkan, 43 persen perempuan merasakan perbedaan saat berhubungan seksual. Dengan 70 persen dari responden merasa nyeri dan 30 persen mengalami rasa lelah. Saat 12 minggu, 38 persen mengatakan kehidupan seksnya membaik karena lebih banyak keintiman tercipta dan nyeri pun berkurang. 
 
Secara keseluruhan, risiko dari gangguan ini serupa untuk dua metode persalinan. Namun, mereka yang melakukan persalinan per-vagina, merasa kurang bergairah dibandingkan kelompok sesar. Hanya saja tidak berbeda dalam kemampuan untuk mencapai orgasme, kepuasan, ataupun nyeri. Perempuan yang melakukan persalinan sesar hanya merasakan perbedaan yang nyata dalam tingkat gairah setelah 12 minggu. 
 
Banyak perempuan takut untuk melanjutkan hubungan seksual. “Sehingga saya pikir, ketakutan mempengaruhi gairah mereka,” ujar Sandi Tenfelde, praktisi perawat kesehatan perempuan serta peneliti di Marcella Niehoff School of Nursing, Loyola University Chicago
 
Bila Anda khawatir atas perubahan yang terjadi dalam tubuh dan was-was dengan apa yang akan terjadi, ketakutan tersebut, lanjut Tenfelde, bisa menurunkan gairah Anda. Sementara itu, perempuan juga bisa mengalami nyeri panggul atau perineal (antara vagina dan rektum), bergantung pada metode persalinannya. Yang tidak hanya berdampak pada keinginan tetapi juga gairah seksual. 
 
Di sisi lain, Dr. Mostafa serta koleganya menyebutkan, kondisi pikiran dari suami juga dapat mempengaruhi hubungan seks setelah persalinan. “Peran dari pasangan sangat penting untuk memahami lebih baik atas perubahan, memberikan dukungan, dorongan, serta menghindari kritikan,” Imbuh Dr. Mostafa. 
 
Dikatakan Tenfelde, pasangan bisa memiliki perbedaan keinginan. Menanti selama enam untuk melakukan hubungan seksual pasca persalinan sudah tergolong cukup lama dan bisa membuat frustasi bagi pasangan. Tetapi, sebaliknya, pada perempuan, di waktu tersebut, mereka merasa gelisah.

Keintiman dengan pasangan, sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai cara. Tidak melulu harus melakukan penetrasi vagina. Berpegangan tangan, mengelus, memeluk, memijat atau melakukan rangsangan genital tanpa penetrasi bisa dicoba. “Menemukan pilihan untuk intim tanpa penetrasi vagina bisa menjadi terapetik bagi pasangan tersebut,” tandas Tenfelde. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.