Kompas.com - 13/03/2015, 08:00 WIB
Ilustrasi metode cuci darah. shutterstockIlustrasi metode cuci darah.
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyakit ginjal kronis kini semakin banyak diderita masyarakat. Survei Perhimpunan Nefrologi Indonesia menunjukkan, 12,5 persen dari populasi mengalami penyakit ini. Hipertensi dan diabetes diketahui menjadi pemicunya.

Awalnya, kerusakan ginjal tidak bergejala sehingga tak langsung diobati. Padahal, gangguan ginjal bisa mengakibatkan penurunan fungsi ginjal, dan di tahap lanjut membutuhkan cuci darah (dialisis).

Menurut paparan Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Dhameizar, Sp.PD-KGH, jumlah pasien dari hasil cuci darah (dialisis) akibat PGK kebanyakan dipicu oleh hipertensi dan diabetes.

“Jumlah pasien yang menjalani dialisis akibat hipertensi dan diabetes mencapai 60 persen,” kata Dhameizar dalam acara Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2015: ‘Ginjal Sehat untuk Semua’ di Kuningan, Jakarta (12/3/15). Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia yang jatuh tiap hari Kamis minggu kedua bulan Maret.

Meskipun masih ada faktor lain yang bisa memicu PGK pada seseorang, namun Dhmeizar menuturkan dua penyakit ini bisa menjadi gejala klinis penyakit ginjal. Tak hanya itu, adanya batu ginjal dalam saluran kemih turut memicu penyakit tersebut.

Guru Besar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) DR. dr. Parlindungan Siregar, SP. PD-KGH menjelaskan penyakit ginjal kronis kerap disebut sebagai ‘the silent disease’.

“Penyakit ini baru diketahui orang kebanyakan sudah mencapai stadium 3-4, pasien heran saat disuruh cuci darah karena tidak tahu sudah terkena penyakit ginjal sebelumnya,” terang Parlindungan.

PGK dikenal sebagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Apabila sudah mengidap gangguan ginjal kronis, penderita tidak bisa kembali ke kondisi semula. Kerusakan akan terus berjalan dari stadium satu hingga stadium lima (akhir).

“Jangan sampai orang yang berisiko kena PGK, yakni yang memiliki diabetes, batu ginjal, atau hipertensi masuk ke dalam tahap awal.  Kalau sudah masuk stadium 1, sudah tidak bisa disembuhkan dan (pengobatan) itu hanya bisa memperlambat prosesnya,” tegas Dhamaizar.

Sampai tahun 2012, pasien yang mengalami PGK stadium akhir sudah mencapai 100.000 pasien. Penyakit ini membutuhkan biaya amat tinggi, terutama untuk biaya cuci darah atau transplantasi ginjal. Karenanya, mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Menjaga kondisi ginjal bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Kebiasaan yang memicu kondisi diabetes dan hipertensi perlu diwaspadai.

“Kita harus menjaga tubuh tetap bugar dan sehat, memonitor kadar gula darah rutin (bila ada genetik diabetes melitus), memonitor tekanan darah (bila ada potensi hipertensi), mencegah kegemukan atau obesitas, menjaga asupan air, menghindari rokok, menghindari konsumsi obat penghilang nyeri otot dan sendi, memonitor fungsi ginjal secara teratur bila ada faktor risiko,” kata Parlindungan.

Dharmaizar menambahkan, menjaga kesehatan ginjal bisa dilakukan pula dengan cukup meminum air, banyak mengonsumsi makanan berserat, dan mengurangi lemak. (Purwandini Sakti Pratiwi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.